Di Lombok Barat, 978 Orang Bumil Miskin


Giri Menang, KM. Data Ibu Hamil (Bumil) di Kabupaten Lombok Barat mecapai angka 978 orang. Jumlah ini merupakan bumil yang akan melahirkan pada bulan Oktober-Desember 2019. Selain sebagai masyarakat miskin (maskin), ironisnya mereka juga diklaim belum memiliki kartu identitas berupa KTP elektrotik (KTPe).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, H.Rachman Sahnan Putra menyebut, bumil yang diklaim sebagai maskin menyasar di 19 Puskesmas se Lombok Barat. Sasarannya mencapai 2.215 orang bumil yang akan melahirkan pada bulan Oktober-Desember 2019.


“Inilah realitasnya, bumil kita mencapai 978 orang. Mereka tercatat sebagai masyarakat miskin, termasuk belum memiliki identitas berupa kartu pendudk elektronik,” sebut Rachman dalam paparannya pada pertemuan koordinasi, konsultasi dana Jampersal dan Bansos kabupaten Lombok Barat tahun 2019 di RR Umar Madi Kantor Bupati Lombok Barat di Giri Menang-Gerung, Senin (2/9/2019).

Kata Rachman, data ini supaya dipegang pihak Dukcapil, termasuk melakukan rencana aksi klarifikasi. Karena data by name by address sudah ada, tinggal bagaimana tehnis yang akan dilakukan Dukcapil. Jika data ini tidak segera dituntaskan, Namun disaayaempat yang sngkan, pihak Dukcapil tidak ada perwakilan yang hadir untuk memberikan klarifikasi.


Jika data ini tidak segera dituntaskan, Rachman khawatir, di belakang hari akan muncul polemik antara masyarakat dengan pemerintah. Karena dalam UU No.36/2009 tentang kesehatan ditetapkan bahwa, setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Terkait hal ini, pihak Dinas Sosial Lombok Barat mencatat bahwa, pihak Provinsi NTB memberikan quota 13 ribu jiwa maskin yang akan mendapatkan bantuan sosial (bansos). Namun yang bisa direalisasi dan cocok sesuai data-data dukcapil hanya 500 jiwa. Kendalanya adalah, bisa dimungkinkan, pihak pemerintah desa yang belum secara maksimal melakukan pendekatan dan sosialisasi.

Namun Rachman meminta, angka 978 orang bumil yang belum mengantongi KTPe, supaya pihak Dukcapil segera menjemput bola. Kendati hal ini sudah dilakukan Dukcapil, namun di desa sudah mencatat ribuan yang akan melakukan perekman, namun yang datang hanya sebagian kecil saja.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat, Drg.Ambaryati mengemkakan, ke 978 bumil ini, untuk mendapatkan pelayanan bansos, supaya segera membuat KTPe di Dukcapil. Setelah mereka memiliki KTPe, selanjutnya akan didaftarkan mengunakan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Tolong di update selanjutnya, dari 978 ini berapa yang sudah memiliki KTP Elektronik dan berapa yang belum,” pinta Rachman dihadapan Diektur RSUD Gerung, RSUD Awet Muda, Perwakilan RSUD Kota Mataram, RSUD Provinsi, Perwakilan Kepala Puskesmas, Bappeda serta sejumlah perwakilan OPD.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru