Indonesia Usul Turunkan Harga Obat Tb

Hari kelima Komite A Sidang Umum World Health Assembly (WHA) ke 72 Tahun 2019 di Geneva (24/5/2019), Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., MPH membacakan Country Statement (sikap negara/ pemerintah) tentang Eliminasi Tuberkulosis (TB) selama tiga tahun terakhir dan komitmen melaksanakan eliminasi TB pada tahun 2030.

Sidang Umum World Health Assembly (WHA) adalah pertemuan negara negara anggota WHO termasuk Indonesia yang membahas tentang isu kesehatan terbaru. Menjadi salah seorang wakil Indonesia dalam kesempatan tersebut, dr. Eka, sapaan akrab Kadis Kesehatan itu juga menyampaikan tiga poin penting usulan Indonesia terkait eliminasi TB , yaitu ; menurunkan harga obat/ alat diagnostik TB, peta jalan penelitian dan inovasi dunia untuk mendapatkan terapi TB yang lebih efektif serta mendapatkan support politis dari negara-negara dan support lembaga dunia dalam mengatasi kesenjangan penanganan TB dunia.

World Health Assembly ke 72 tersebut memang dimaksudkan untuk merumuskan dan mengambil kebijakan kebijakan terkait kesehatan termasuk kebijakan anggaran untuk kesehatan yang menjadi focus di negara negara peserta sidang. Seperti dirilis situs kesehatan online internasional devex.com, sebanyak 100 organisasi sosial dari seluruh dunia dan perorangan mendesak WHO untuk merubah draft resolusi terkait transparansi pasar obat obatan, vaksin dan teknologi kesehatan lain. Perubahan yang dapat terjadi seperti ditulis devex,com adalah terkait biaya yang dikeluarkan klinik kesehatan dalam menangani penderita TB termasuk pembiayaan oleh public dalam pengadaan obat dan pajak.

Dikutip dari kompas.com (03/2019), di Indonesia setiap 30 detik satu orang tertular Tuberkulosis atau TBC dan rata-rata 13 orang meninggal setiap satu jam. Saat ini Indonesia menjadi negara dengan beban TBC tertinggi ketiga di dunia. Namun penderita TBC masih menghadapi tantangan untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan. Jika dihitung, jumlah penderita TBC pertahun di Indonesia mencapai 842.000 kasus TBC di Indonesia. Salah satu solusi yang ditawarkan Indonesia, seperti dikatakan dr Eka, yang menjadi salah seorang wakil dalam pertemuan tersebut adalah menurunkan harga obat TBC selain menyelesaikan peta jalan TBC Indonesia. World Health Assembly ke 72 akan berlangsung hingga 28 May 2019. (jm – tim media)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru