Edukasi Kesehatan Harus Kuat di Hilir

Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, perlu edukasi dan sosialiasi tentang kesehatan di masyarakat bawah. Semua masalah kesehatan patutnya dimulai dari hilir. 

Penyuluhan diharapkan ada di Posyandu, Poskesdes, Puskesmas, sehingga kesadaran masyarakat tentang kesehatan terbangun.

Pesan ini disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd saat menerima silaturrahim Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pengurus Wilayah NTB di ruang kerja Wagub, Kamis (24/1/19).

Koordinasi dan silaturrahim  dapat memperkaya ide, gagasan dan masukan untuk pemerintah. "Harapan kami apapun masalahnnya, dapat Pemerintah dukung,  sampaikan ke kami,” kata Ummi Rohmi.

Sikap Preventif terhadap terjadinya penyakit, sangat kurang disadari masyarakat NTB, maka penyuluhan dan edukasi kesehatan harus dimulai dari tingkat masayarakat di dusun atau desa. 

“Penyuluhan laksanakan di posyandu-posyandu atau Puskesmas sekali sebulan secara rutin, sehingga tumbuh kesadaran masyarakat pentingnya kesehatan,” jelas Wagub.

Tim Ikatan Dokter Indonesia dipimpin dr. H. Dodi berharap, Pemerintah Provinsi NTB bisa bekerja sama saling membantu memperbaiki IPM kesehatan di NTB. 

“Salah satu cara memberdayakan kader-kader PKK, karena di NTB banyak lulusan kebidanan dan perawat yang belum punya pekerjaan, dan kami ingin mencegah (penyakit) sebelum terjadi", ungkapnya. 

IDI NTB berharap Pemerintah Provinsi NTB untuk membantu dan menfasilitasi penambahan, persebaran dan SDM dokter spesialis di NTB. (Edy)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru