Cegah Pernikahan Dini, Peserta Dijelaskan Soal Pinggul

KM Bali 1, Dompu-Di Desa Sori Sakolo, menurut catatan Pemerintah Desa setempat, setidaknya ada 6 kasus pernikahan dibawah umur yang terjadi dalam rentang waktu 1 tahun belakangan ini. Hal ini yang memicu tekat Pemerintah Desa Sori Sakolo memandang pentingnya memahamkan kepada masyarakat terkait keuntungan dan kerugian menikah pada usia dini.

Melalui Kegiatan Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan yang diselenggarakan di Aula Kantor Desa Sori Sakolo ini pada Kamis (22/11) lalu, Pemerintah Desa mengundang para remaja usia sekolah mulai dari SMP, SMA, hingga remaja yang baru menyelesaikan studinya di bangku SMA berjumlah sekitar 25 orang. Sementara itu sebagai pemateri Pemdes Sori Sakolo mendatangkan dari Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Dompu.

Kades Sori Sakolo dalam sambutannya, membuka acara sosialisasi tersebut mengatakan setelah mendapatkan materi terkait pendewasaan usia perkawinan dari Badan terkait ini, para peserta diharapkan dapat menyampaikan informasi serta ilmu yang telah diperolehnya dari kegiatan tersebut kepada teman, keluarga maupun warga lain yang tidak dapat hadir dalam kegiatan sosialisasi ini. “jadi kita harapkan adik-adik yang diundang dalam sosialisasi ini adalah yang terpilih yang bisa menyambung lidah apa yang menjadi pelatihan kita pada sore hari ini”, paparnya.

Mengenai pernikahan dibawah umur Kades Sorisakolo Umar H. Rasyid menegaskan bahwa itu telah dilarang oleh undang-undang Negara. Menurutnya, usia pernikahan yang tepat adalah 20 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. “sudah jelas kalau bicara pernikahan muda ini sudah dilarang oleh undang-undang. Usia yang matang itu adalah 20 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki”, jelas Umar dalam sambutannya.

Senada dengan itu, Anty Sumiati, S.Pa sebagai pemateri  dari BPPKB dalam kegiatan sosialisasi tersebut menyatakan bahwa usia pernikahan seperti yang diungkapkan Kades Sori sakolo sebelumnya merupakan usia paling ideal untuk menikah. Perencanaan yang matang dalam menikah ini dinilai dapat menekan jumlah ledakan penduduk di wilayah Indonesia. Menurut Anti pertumbuhan penduduk di Indonesia termasuk yang tercepat karena jumlah penduduknya yang juga banyak.

Selain itu, pernikahan pada usia dibawah 20 tahun bagi perempuan dapat berbahaya karena dapat meningkatkan resiko kematian bagi calon ibu saat melahirkan. Hal ini salah satunya disebabkan karena secara medis, pinggul seorang perempuan belum cukup kuat untuk menampung bayinya saat proses kelahiran. “resiko bagi adik-adik remaja ini adalah pinggulnya itu belum siap untuk menampung dede bayinya. Karena secara fisik ini masih dalam proses perkembangan”, jelas Anty.

Kepada peserta, Pemateri juga memaparkan seputar kesehatan reproduksi pada remaja. Anty juga menekankan pentingnya bagi remaja untuk mengetahui tentang kesehatan reproduksinya dan pengetahuan tentang masa subur remaja. Menurutnya, salah satu penyebab utama para remaja terjebak dalam pernikahan usia dini adalah karena rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan masa suburnya. “ternyata pemasalahan remaja dalam pendewasaan usia perkawinan itu karena rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi yaitu tentang masa subur”, ungkapnya.[Siol/KM]

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru