Peduli Kemanusiaan Kawand12 Berbagi Kebaikan

KM NEWS - Alumni 2012 akhir-akhir ini menjadi perbincangan banyak orang, mereka mengawali karya dengan cara berbagi peduli kepada orang-orang miskin.


Ada banyak warga miskin yang mengalami beragam penyakit mereka temui, berbicara langsung atas derita yang di alami oleh warga. Salah satunya Bapak Suaeb, Lelaki yang berumur 40 tahun itu mengalami penyakit pembekakan hati sudah hampir 15 tahun lamanya.

Selain dia, ada bapak Usman Abdullah seorang lansia yang mengalami penyakit Hernia, bapak ini tinggal di Gubug kecil di Desa Sori Sakolo yang berhasil operasi lewat kartu BPJS. Tak hanya disitu, dalam satu minggu ini ada 3 warga dari desa yang berbeda.

Terakhir namanya bapak Ismail, warga desa Wawonduru yang hidup tanpa seorang istri, istrinya sudah lama meninggal dunia sejak usia anak-anaknya masih kecil. Ia mengalami penyakit yang sama dengan Suaeb, Pembekakan Hati (Hepatitis) dalam stadium III yang dibantu pada Sabtu, 13 Juni 2018 kemarin di rumah saudaranya di dusun Bolonduru.

Sudah 4 bulan ia terbaring pilu, derita kepanjangan yang dililit, kesusahan kian menyerang, hingga betul-betul ia lemah, kurus dan tidak bisa beraktifitas seperti semula bekerja sebagai buruh tani. "Semua yang dibantu ini merupakan warga miskin, lewat swadaya teman-teman yang di informasihkan ke Groub, ada yang donor darah, bantu secara meteri maupun tenaga. Namun, ada juga orang lain yang ikut berpartisipan, yang beri 20.000, 50.000 bahkan 100.000 perorang" kata Andi Hermawan selaku Ketua Alumni 2012.

Tujuannya tak lain hanya berbagi inspiratif, agar orang-orang lain bisa ikut bergerak dalam bagian kemanusiaan ini. Ini merupakan langkah untuk menyatuhkan silaturahmi yang terbangun selama 3 tahun. "Semua ini butuh proses untuk terus bergerak, membangun silaturahmi antar sesama" Harapnya.

Dengan cara sederhana ini juga bagian dari kontribusi nyata, memberi kepada yang membutuhkan atau berbagi peduli terhadap orang-orang miskin, sakit, ketertinggalan maupun keterpurukan merupakan rasa syukur yang mendalam. "Meski tidak banyak, minimal kami mengusahakan untuk saling sapa kabar, berbagi kebahagiaan, dan menebar kasih kebaikan, itu yang penting", tegas Andi pada media saat di wawancarai di kedai kopi

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru