BTKL-PP: WASPADA! 70% Air Isi Ulang Tidak Memenuhi Standar

Hasil kajian terhadap depot air isi ulang yang dilakukan oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Surabaya Kementrian Kesehatan RI terhadap sample yang ada di Kecamatan Jerowaru Lombok Timur cukup mencengangkan. Pasalnya, dari 10 unit sample depot air isi ulang hanya 30% saja yang sesuai standar. 

Dengan kata lain 70% air isi ulang yang dikomsumsi oleh masyarakat tidak layak. Hal tersebut dikarenakan adanya kandungan bakteri Colli dan Escherichia coli yang menyebabkan air tersebut tidak layak minum. 

"Hal ini harus diketahui oleh masyarakat kita supaya mereka bisa lebih waspada," jelas Dr. Hari Santoso selaku pemateri dari BTKL-PP.

Lebih jauh Dr. Hari Santoso memaparkan bahwa air minum isi ulang yang terkontaminasi bakteri tersebut kulitasnya tidak lebih baik dari air sumur. 

"Malahan akan lebih baik kalau masyarakat mengkomsumsi air sumur yang telah direbus," imbuhnya. 

Meski menemukan adanya bakteri berbahaya pada air dari depot air minum isi ulang, BTKL-PP memaparkan bahwa tidak ditemukan bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan diare berdarah, kram perut dan demam, dan bakteri vibrio yang dapat menyebabkan penyakit kolera.

"Walaupun tidak ditemukan bakteri Salmonella dan Vibrio, air yang mengandung bakteri E-Colli sudah menjadi jendela untuk bahaya-bahaya lainnya yang dapat mengancam kesehatan," jelas Dr. Hari Santoso. (tim media)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru