Hati-hati Banyak Krim Pemutih Mengandung Mercury

Siapa bilang cantik itu harus putih? Sayangnya banyak iklan yang menggiring masyarakat untuk memiliki mindset kalau cantik itu kulitnya harus putih seperti gadis-gadis Korea atau Arab. Maka, perempuan Indonesiapun berlomba-lombalah untuk perawatan agar memiliki kulit putih merona bersinar bak mutiara dari Jepang. 

Berbagai produk pun dicoba, tak peduli merogoh kocek sedalam Samudera. Yang penting sesuai standar kecantikan di TV atau instagram. 

Semakin banyaknya perempuan Indonesia menginginkan kulit putih, semakin banyak pula kosmetik pemutih yang beredar di pasaran. Menjajikan kulit yang semula semanis sawo matang,  menjadi seputih es krim vanila. Perubahannya pun bisa terjadi secara instan, tanpa membutuhkan waktu yang lama. 

Belakangan, Balai POM NTB merilis beberapa produk pemutih wajah yang ternyata mengandung bahan berbahaya, seperti mercury. Produk-produk tersebut dipasarkan dengan bebas di masyarakat dan masih sering dikomsumsi hingga sekarang. 

Produk-produk tersebut di antaranya, krim dan sabun temulawak, krim dan sabun esther, krim widodar, krim HDL, krim SPL, krim dr. Rizke dan beberapa krim yang tidak terdaftar bpom lainnya. 

"Krim pemutih ini memang bisa membuat kulit putih dengan cepat. Tetapi efek yang ditimbulkan selanjutnya sangat mengerikan. Dapat membuat flek hitam karena kandungan mercurynya. Flek itu sangat susah dihilangkan,  bahkan dengan operasi pelastik sekalipun," jelas Saiful salah seorang pegawai Balai POM mataram.

Oleh karena itu, masyarakat diminta waspada dan berhati-hati dalam membeli kosmetik. Terlebih banyak kosmetik palsu dengan brand ternama beredar. 

"Baiknya kalau mau aman, belinya di gerai kosmetik resmi. Jangan beli sembarangan," tambah Saiful. (nov)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru