Rakor Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat Provinsi NTB

Mataram - 15 April 2017. PKGBM Merupakan Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat bertujuan untuk menurunkan angka Stunting yang ada di Nusa Tenggara Barat berjumlah delapan kabupaten yang berada di 2 Pulau yaitu Pulau Lombok dan Sumbawa. Wilayah Program PKGBM di Pulau Lombok yaitu Kabupaten Lombok Timur,Lombok Tengah,Lombok Barat dan Lombok Utara, sedangkan yang ada di Pulau Sumbawa yaitu Kabupaten Sumbawa Barat,Sumbawa,Dompu dan Kabupaten Bima. Tujuan dari program ini adalah untuk mengurangi dan mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah dan anak stunting serta kekurangan gizi pada anak-anak. Serangkaian kegiatan sudah dilaksanakan kegiatan yang beroirientasi pada perbaikan gizi ibu hamil dan anak melalui asupan gizi,pengurangan kasus diare,meningkatkan ketersediaan makanan bergizi yang terjangkau dan meningkatkan kesadaran pemerintah dan Masyarakat tentang pentingnya mencegah anak stunting dan memiliki sarana sanitasi yang baik.

Berdasarkan hal tersebut MCAI Program PKGBM Provinsi NTB Menggelar Rapat Koordinasi (RAKOR) Tingkat Provinsi yang di laksanakan di Hotel Puri Indah dari Tanggal 10 – 13 April 2017,di hadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTB Bapak Khaeul Anwar, SKM. M.Kes selaku PJOK, Bapak Dedi Darmawan dan Ibu Rosliana perwakilan dari MCAI Jakarta, Ibu Heksa Sari Julianti Tim MONEV MCAI Jakarta untuk Indonesia Bagian Timur, Bapak Bambang Iswantoro selaku Koordinator Regional 3, Erwin Rahadi selaku Fasilitator Kesehatan Provinsi,Erna Wahyuningsih selaku Fasilitator Pelatihan Provinsi NTB dan 8 Fasilitator Kesehatan Kabupaten.

Erwin Rahadi (FKP) selaku Ketua pelaksana RAKOR Provinsi memaparkan capaian kegiatan yang sudah dilaksanakan di 8 kabupaten wilayah MCAI yang sudah berjalan dari Tingkat Dusun sampai dengan Tingkat Provinsi,dimana saat ini juga sedang berlangsung kegiatan pelatihan bagi petugas kesehatan Kabupaten Lombok Timur tentang Tablet Tambah Darah. Selain itu Erwin juga menjelaskan tujuan dari Rakor Provinsi yang bertemakan “ Meningkatkan peran Fasilitator Provinsi dan Kabupaten dan membahas capaian pelaksanaan program PKGBM sampai bulan April 2017”.

Rakor Tingkat Provinsi yang di buka oleh Bapak Sekretaris Dinas Kesehatan selaku PJOK untuk Provinsi NTB dalam sambutannya bahwa angka stunting dari PSG berdasarkan sample dari kabupaten  tahun 2016 mencapai 37% yang merupakan angka yang perlu di kurangi lagi,meski mengalami penurunan dari Tahun sebelumnya. Peran Fasilitator yang tersebar saat ini di harapkan membantu untuk terus mendorong dan mendapampingi Dinas Kesehatan untuk menurunkan angka tersebut dengan kegiatan-kegiatan PKGBM.

Di sela Rakor Erna Wahyuningsih (FPP) menambahkan bahwa kegiatan rakor ini merupakan merupakan pertemuan penting guna mendapatkan informasi dan arahan  serta langkah-langkah menyusun Rencana tindak lanjut kedepan guna menurunkan angka stunting dan sanitasi dasar bagi Masyarakat NTB

Dikesempatan yang berbeda Bapak Bambang Iswantoro selaku Koordinator Regional 3 menjelaskan arah dan capaian program yang harus di selesaikan di tahun 2017 dengan lebih menekankanpada  kualitas pendampingan fasilitator agar target program tercapai dan mendapatkan impact yang baik bagi sasaran yaitu menurunnya angka stunting dengan sanitasi yang baik di Provinsi NTB. [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru