Wajib Menyediakan Kondom

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Lombok Barat (Lobar), H.Junaidi, SH mengemukakan, kasus maraknya warga Lobar yang terkena penyakit Human Immunodeficiency Virus-Aquired Immune Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) relatip banyak. Menurut data yang dihimpun, warga Lobar yang terkena penyakit memalukan ini sebanyak 18 orang. Ini kondisi sampai bulan November lalu. Tragisnya, mereka ini menyasar para pelajar, ibu rumah tangga (IRT) dan buruh swasta.

Melihat kondisi ini, pemerintah Lobar bersama legislatih telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) No.3 tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS dan salinan Peraturan Bupati (Perbup) Lobar No.47 Tahun 2014 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS.

Menurut mantan Kepala Dishubkominfo Lobar ini, maksud dan tujuan dari penyusunan Perda ini, niatnya sangat baik. Agar para penderita setelah mereka sadar, tidak melakukan lagi kegiatan seksual di luar nikah. Mereka juga tidak akan tertjangkit HIV-AIDS, untuk itu diwajibkan menyediakan alat kontrasepsi Kondom bagi setiap pengusaha Hotel, Restoran, SPA atau pusat-pusat Hiburan lainnya. “Ya itu niat kami agar mereka tidak terjangkit setelah mereka insyaf,” tutur Junaidi di ruang kerjanya Kamis (22/12).

 Kendati kewajiban menyediakan kondom bagi pemilik hotel, restoran maupun SPA, mendapat kritik dari sejumlah tokoh agama (toga). Kritikan ini disampaikan ketika digelar sosialisasi terhadap Perda ini di Senggigi belum lama ini. Kritikan itu datang dari salah satu toga yang menyatakan, menyediakan kondom sama artinya dengan mempasilitasi.

Namun kata Junaidi, dengan niat yang tulus, pihak penyusunan perda dalam hal ini legislatif dan eksekutif agar para pelaku setelah sadar dan insyaf, tidak terkena penyakit HIV-AIDS ini.

Dalam Perda ini, tuntutan kewajiban dan larangan menyediakan kondom ini, tertera pada Bab XII Pasal 10 poit 2 menyatakan, setiap pengguna jasa pekerja seks wajib menggunakan kondom. “Tapi peserta lain dari seluruh kerpala desa, akan melanjutkan untuk melakukan sosialisasi ke bawah,” pungkas Junaidi.  () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru