Prosedur Tetap Fogging

KM TNC. Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Kesehatan Kota Bima mengeluarkan prosedur tetap fogging sesuai buku pedoman penatalaksanaan DBD Kemenkes Tahun 2011 yang dibuat oleh Kasi Pemberantasan penyakit Dikes Kota Bima Erwin Rahadi S.Kep. Prosedur ini dimaksudkan agar masyarakat paham SOP (standar operasional prosedur penyemprotan insektisida DBD, berikut penjelasannya.

Penderita demam dengue dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE) pencarian suspek infeksi dengue lainnya dan pemeriksaan jentik dilokasi tempat tinggal penderita dan rumah bangunan lainnya dengan radius 100 meter (minimal 20 rumah/bangunan secara random).

Penegakan diagnosis DBD positif dan suspek oleh RSUD dan Puskesmas perawatan dengan kriteria WHO :

  1. Rumple leed/RL positif
  2. Trombositopenia (≥ 100.000/µl)
  3. Hemokonsentrasi (Peningkatan hematokrit ≥ 20%)

Tanda-tanda positif terjangkit DBD yaitu bila ditemukan 1 atau lebih penderita DBD dan/atau ≤ 3 orang suspek infeksi dengue lainnya dan ditemukan jentik (=5%) maka akan dilakukan PSN DBD, Larvasidasi selektif, penyuluhan dan figging radius 200 meter (2 siklus interval 1 minggu).

Persiapan yang dilakukan fogging diantaranya pelaksanaan para petugas dinas kesehatan Kabupaten dan Kota yang telah dilatih, lokasi meliputi seluruh wilayah yang terjangkit dan sasaran yaitu rumah dan tempat-tempat umum.

Insektisida dilakukan sesuai dengan dosis, alat yang digunakan diantaranya hot fogger/mesin pengabut atau ULV dan cara pelaksanaannya fogging/ULV dilaksanakan 2 siklus interval yaitu 1 minggu.  

Sebaliknya dikatakan negatif yaitu jika tidak memenuhi 2 kriteria positif maka hanya dilakukan PSN DBD, Larvasidasi selektif dan penyuluhan saja.

Semoga informasi ini bermanfaat dan pastikan anda segera melaporkan kepihak kesehatan terdekat jika terjadi hal-hal yang dijelaskan diatas pesan Dinas Kesehatan Kota Bima. Alamsyah () -05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru