Menghitung Pernafasan

Pengertian
Menghitung jumlah pernapasan ( inspirasi yang di ikuti ekspirasi ) dalam satu menit
Tingkat pernapasan

a. Normal : kondisi pernapasannya di angka rentan yang normal dan tidak merasakan gangguan dengan pernapasannya.

b. Takipnea: Kondisi ini tingkat pernapasan lebih cepat dari biasanya dapat dikaitkan dengan penyakit seperti flu atau pilek pada anak-anak. Beberapa penyebab lain termasuk pneumonia dan asma yang dapat meningkatkan laju respirasi. Pada orang dewasa, penyebab takipnea biasanya termasuk asma, infeksi paru-paru seperti pneumonia, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), atau emboli paru.

c.    Bradypnea: Ini penurunan abnormal pada tingkat pernapasan normal dianggap sebagai gejala dari gangguan metabolisme atau beberapa jenis tumor. Bradypnea juga dapat terjadi saat seseorang sedang tidur dan dapat dirangsang dengan penggunaan narkotika opiat. Alkoholisme, administrasi, benzodiazepin atau bahkan morfin dapat menyebabkan tingkat pernapasan bawah.
Proses Pernapasan
1. Udara masuk melalui lubang hidung(Nasal)
2. melewati nasofaring(Faring)
3. melewati oralfarink (kerongkongan)
4. melewati glottis (Laring)
5. masuk ke trakea (tenggorokan)
5. masuk ke percabangan trakea yang disebut bronchus
6. masuk ke percabangan bronchus yang disebut bronchiolus
7. udara berakhir pada ujung bronchus berupa gelembung yang disebut alveolus (jamak: alveoli)
Rentang usia pernapasan normal•    Bayi baru lahir: Rata-rata 44 napas per menit, dapat bervariasi di mana saja antara 30 sampai 60 napas per menit
•    Bayi (sampai 6 bulan): 20-40 napas per menit
•    Anak prasekolah: 20-30 napas per menit
•    Anak-anak: 16-25 napas per menit
•    Dewasa: 12-20 napas per menit
Tujuan
•    Mengetahui keadaan umum klien
•    Mengetahui jumlah dan sifat pernapasan dalam 1 menit
•    Mengikuti perkembangan peyakit
•    Membantu menegakkan diagnosis
Dilakukan
•    Pada klien yang baru masuk untuk di rawat
•    Secara rutin pada klien yang di rawat
•    Sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan pasien
Persiapan alat
•    Arloji tangan dengan jarum detik
•    Buku catatan dan alat tulis
Prosudur pelaksanaan
1.    Tempatkan alat di samping klien
2.    Jelaskan tindakan yang akan di lakukan dan tujuannya
3.    Cuci tangan
4.    Letakkan lengan klien dengan posisi rileks menyilang abdomen atau dada bagian bawahnya, atau tempatkan tangan pemeriksaan langsung pada abdomen atas klien
5.    Observasi siklus pernapasan lengkap(sekali inspirasi dan sekali ekspirasi)
6.    Setelah siklus terobservasi, lihat pada jarum detik jam tangan dan hitung frekuensinya
7.    Jika irama teratur, hitung respirasi selama 30 detik dan kalikan dua
8.    Jika pernapasan tidak teratur hitung satu menit penuh
9.    Saat menghitung catat dalam pernapasan
10.    Cuci tangan
11.    Dokumentasikan
Refrensi
Kusyanti, Eni, dkk.2006.Keterampilan dan Prosedur Laboraturium.Jakarta:EGC
https://www.facebook.com/permalink.php?id
http://www.biologi-sel.com/2013/06/tingkat-pernapasan-normal.html

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru