Sehat Hanya Dengan Pijatan Batu Giok

Banyak cara-cara alternatif guna menikmati hidup sehat. Tidak perlu berbiaya mahal apalagi merogoh kantong dalam-dalam hanya sekedar untuk menikmati bagaimana hidup sehat terbebas ataupun tercegah dari berbagai sumber penyakit. Hidup sehat bisa dilakukan melalui cara klinis, hingga menempuh cara tradisional yang lebih alami.

 Yang lebih praktis tentu terbebas  dari pungutan biaya yang tinggi, tentu menjadi pilihan masyarakat saat ini. Salah satunya system pengobatan melalui energy panas listrik berupa sinar inframerah yang disalurkan ke sejumlah batu giok atau proyektor 9 bola yang dimiliki dan nama pengobatan itu tak lain adalah CERAGEM. Pengobatan dilakukandi seluruh badan, khususnya dari  bagian leher belakang hingga ke bawah.

Di Mataram cara hidup sehat dengan pola pencegahan dan pengobatan seperti ini tengah digandrungi. Sistem pengobatan ini dinamakan cara sehat dengan “CERAGEM”. Sebagaimana dituturkan pemilik pondok Ceragem Abiantubuh Mataram, Pak Ngurah, CERAGEM pada dasarnya memiliki visi dan misi untuk menyehatkan masyarakat.

Menurut Ngurah, CERAGEM pada dasarnya ingin membuat masyarakat hidup lebih sehat, menghadirkan ceragem di ruma ibarat menyediakan rumah sakit kecil dalam keluarga dan menjadikan CERAGEM sebagai kebutuhan hidup sehari-hari. CERAGEM sama artinya dengan Healax yang maksudnya menyembuhkan dengan cara relaksasi.

Kegunaannya untuk memperbaiki dan melenturkan ketegangan serta nyeri otot di seluruh tubuh. Pada CERAGEM terdapat dua motor solenoid dengan pola simetris yang bergetar kuat 10 Hz. Dan terdapat 32 jenis getaran yang memberikan pijatan secara efektif. Motor ini diproduksi dibawah pengawasan kualitas kontrol ketat. CERAGEM mengandung sensor temperature yang masa penggunaannya lebih dari 10.000 jam, sehingga dapat digunakan dengan nyaman.

Heater yang terdapat di bagian sayap kiri dan kanan terbuat dari batu giok halus dan mengeluarkan sinar infra merah jauh guna meningkatkan suhu tubuh serta meningkatkan manfaat pijatan getaran. Dilengkapi dengan system keamanan double untuk mempertahankan suhu konstan (50 dearajat) dengan aman dan akan mati secara otomatis setelah 30 menit penggunaan.

CERAGEM mempeunyai gerakan naik turun tetapi memiliki 32 pola getaran yang berbeda mulai dari 3 Hz. – 10 Hz. Setiap getaran memiliki irama tersendiri , sehingga saat penggunaan dapaty merasakan masing-masing getaran pijatan yang sangat menyenangkan.

Berbagai penyakit yang bisa disembuhkan dengan pijatan atau tekanan hangat simpanan listrik infra merah CERAGEM ini diantaranya, sakit lever, ginjal, hpertensi, lambung, nyeri otot, gangguan syaraf, susah buang air besar maupun kecil, gangguan THT, ISPA, sesak napas lainnya, Diabetes, stroke, jantung, migren, rematik, nyeri otoot, nyeri punggung.

Pengakuan sejumlam pasien yang mencari jalan kesembuhan lewat CERAGEM ini terungkap dari Rohadi warga Gerung Lombok Barat.  Ia berkeluh jika kepala dan lehernya terasa berat/kaku tak bisa digerakkan lunak. Namun setelah melaksanakan terapi selama sebulan di Pondok CERAGEM ia mengucap syukur karena sudah sembuh dan ia tak merasakan kaku yang sebelumnya sulit digerakkan di bagian leher dan kepalanya.

Pengalaman lainnya dituturkan Ny. Maharani dari Praya, Lombok Tengah. Penyakit yang dideritanya terbilang mengganggu aktivitas kesehariannya. Tak bisa berjalan normal, sebagaimana perempuan lainnya. Jika berjalan atau mengambil sesuatu ia harus dipapah. Memamng sudah berbagai cara dilakukannya untuk bisa sembuh, namun tak membuahkan hasil. Begitu mendengar ada penyembuhan terapi ala CERAGEM ia bersemangat untuk mencobanya, alasannya ia ingin segera sembuh dari belenggu penyakitnya selama ini. Setelah melakukan terapi selama 40 hari berturut-turut ia akhirnya bisa berjalan normal.

Kesimpulannya, untuk sembuh dan terbebas dari penyakit tidak perlu harus berbiaya tinggi dan memiliki efek samping yang membahayakan bagi tubuh. Cara penyembuhan alami merupakan alternative sehat yang sudah terbukti banyak membantu masyarakat untuk hidup secara sehat. Karena itu pengobatan alami harus tetap digalakkan dan kesadaran masyarakat harus tetap dijaga. (wardi) -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru