Pekerja Malam Senggigi Dibekali Kartu Sehat

Guna mencegah meluasnya penyebaran AIDS/HIV di Lombok Barat, Komisi Penanggulangan AIDS/HIV (KPA) Lombok Barat berusaha melindungi pekerja hiburan malam. Dimana, setiap karyawan harus memiliki kartu sehat. Syarat itu telah dituangkan melalui Perbup Lobar No 47/2014 tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. "Yang mengeluarkan kartu sehat itu Puskesmas. Para pekerja di tempat hiburan akan mengecek kesehatan, pada kartu itu terlihat penyakit yang dideritanya. Dengan demikian, para pengusaha hiburan juga aman. Mereka tidak akan bertanya-tanya apakah pekerjanya terindikasi terkena HIV/AIDS atau tidak," kata M. Djunaedi Sekretaris KPA Lombok Barat di Gerung Jumat (16/10).
Dikatakannya, Lombok Barat Barat dalam ancaman penyebaran AIDS/HIV. Salah satu daerah wisata di NTB ini sedang berperang dengan penyebaran virus HIV/AIDS. Jika tidak ditanggulangi dengan segera, dampak lebih besar dari penyakit mematikan ini sudah mengintai. data yang ada menunjukkan, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Lombok Barat terus mengalami peningkatan. Data tahun 2014 menunjukkan jumlah penderita HIV/AIDS  sebanyak 132 orang, meningkat menjadi 147 orang hingga September 2015 ini.

Menurutnya, penderita HIV/AIDS paling banyak terdapat di wilayah pariwisata, yakni Senggigi. Hal ini lantaran profesi di daerah wisata Senggigi didominasi Pekerja Seks Komersial (PSK). "PSK yang paling tinggi rentan terkena penyakit menular tersebut,"katanya. Selain PSK, Djunaedi melihat eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) juga rentan terkena penyakit menular ini. Karena itu, ia menghimbau kepada TKI yang baru pulang, untuk selalu mengecek kesehatan di puskesmas terdekat sebagai pencegahan dini.

Selain itu, dalam menanggulangi penderita di wilayah Lobar lainnya, KPA Lobar akan bekerjasama dengan instansi terkait. Secara periodik mengunjungi daerah-daerah yang terdapat kasus HIV/AIDS."Bersama tim, kami akan melakukan pemeriksaan dan penyuluhan kemasyarakat," ujarnya.

Tak lupa juga ia mengimbau kepada pengusaha hiburan malam di wilayah pariwisata, untuk mematuhi ketentuan yang berlaku, terkait dengan kartu sehat untuk karyawan/karyawati.(wardi) -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru