Sambori, Ladang Apotik Hidup

(KM.Sarangge ) Desa Sambori berbatasan dengan Desa Renda kecamatan Belo Kabupaten Bima di sebelah barat,dan  hutan tutupan Arambolo di sebelah timur. Di sebelah utara berbatasan dengan desa Teta sebagai ibukota kecamatan Lambitu, dan di sebelah utara bersebelahan dengan desa Kawuwu kecamatan Langgudu. Desa Sambori terdiri dari dua dusun yaitu Dusun Lambitu  yang dihuni 222 Kepala Keluarga  dan Sambori Bawah (Dusun Lengge) yang dihuni 930 Jiwa serta 223 Kepala Keluarga.  

Berada di ketinggian 500 sampai 700 Meter Di atas permukaan Laut, Sambori dan Sekitarnya sangat cocok untuk budidaya tanaman-tanaman obat seperti Jahe, Kunyit, Lengkuas, Mengkudu, Temulawak, Kumis Kucing, Kencur, Bangle, Tempuyang dan lain-lain. Tanaman ini disamping tumbuh secara liar di pegunungan Lambitu, juga diupayakan dan dikembangkbiakkan oleh masyarakat. Yang paling banyak dikembangkan warga disamping bawang putih dan padi adalah Kunyit dan Tempuyang.

            Sejak dulu, orang-orang Sambori memang terkenal sebagai penjual Kunyit dan Tempuyang bahkan sampai di kota Bima dan Dompu. Sekitar 20 Hektar lahan tegalan di Sambori dimanfaatkan warga untuk menanam kunyit. Ada juga sekitar 7 Hektar lahan yang dimanfaatkan untuk menanam Tempuyang. Proses produksi dan pemasaran warga Sambori terhadap tanaman obat ini masih sangat sederhana dan  tradisional yaitu dengan menjajakan dari kampung ke kampung, disamping dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi.  () -05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru