PPNI Lobar Agendakan Bhaksos dan Seminar

Kiprah tenaga keperawatan di Lombok Barat yang tergabung dalam organisasi profesi PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Lombok Barat makin dipacu. Kini sejumlah agenda sosial kemasyarakatan lainnya sudah diprogramkan. Diantaranya akan melakukan bhakti sosial berupa buka puasa bersama sekaligus pemberian santunan kepada yayasan yatim piatu yang selama ini belum tersentuh Pemkab Lobar maupun lembaga instansi lainnya. Dalam hal ini PPNI juga akan berkoordinasi dengan IBI Lobar.

 “Kami tengah melakukan identifikasi dimasing-masing komisariat yang pantas untuk diberikan santunan. Kecuali itu momentum Ramadhan ini waktu yang tepat untuk saling berbagi. Kami terinspirasi dengan berbagai bhaksos yang dilakukan berbagai perkumpulan, bahkan geng motor sekalipun turut berbagi pada yang berhak menerimanya. PPNI Lobar bersama anggotanya juga mestinya punya kepedulian untuk itu. Kami ingin ada warna di bulan keberkahan ini,” terang H. Sulaeman Adam pada pertemuan terbatas pengurus PPNILobar belum lama ini di Puskesmas Labuapi.

Pada pertemuan yang juga dihadiri Ketua Dewan Pertimbangan PPNi Lobar H. Takdir Mahdi tersebut, Adam menyatakan, pada bulan Juli ini juga direncanakan digelar seminar tentang UU 38/2014 tentang keperawatan yang melibatkan para perawat se Lobar. Hal ini dilakukan untuk memberi pemahaman dan meningkatkan wawasan luas bagi para perawat terkait dengan tufoksinya sebagai perawat. Dengan seminar ini pula kita bisa merviu dan mengingatkan kembali tugas-tugas keperawatan, agar perawat ke depannya lebih terampil terlebih menghadapi pasar bebas Asean (MEA).

Khusus pelaksanaan seminar, pihaknya akan berupaya untuk menggelarnya sekali dalam tiga bulan. Mengingat dengan diselenggarakannya seminar ini, para perawat diuntungkan dengan perolehan angka kredit yang cukup besar sebagai syarat kenaikan pangkat. “ Demikian juga rencana hearing dengan DPRD Lombok Barat akan tetap diagendakan, agar kiprah PPNI Lobar ini juga bisa menjadi perhatian pihak legislatif maupun eksekutif,” terang Adam.

Adam juga melaporkan, jika dalam pelaksanaan sosialisai pengurus dan pelantikan komisariat PPNI Lobar belum lama ini sejumlah aspirasi disampaikan para pengurus kmisariat.

Aspirasi tersebut diantaranya, mekanisme penerimaan anggota baru PPNI utamanya yang belum mendaftar, mekanisme pembuatan KTA nasional, mekanisme pembuatan STR dan SIPP dipermudah, upaya organisasi memperjuangkan anggota yang masih mengabdi untuk minimal sebagai perawat kontrak/PTT dan perbaikan penghasilan sesuai UMR/UMP, upaya organisasi agar perawat di daerah terpencil seperti Sekotong dan Pelangan agar lebih diperhatikan, kemudahan dalam proses kenaikan pangkat ataupun proses ijin belajar, penertiban iuran terutama bagi komisariat yang masih menunggak dan mekanisme penarikan iuran, santunan bagi anggota yang mengalami musibah seperti kematian atau sakit, mekanisme simpan pinjam koperasi PPNI, transparansi keuangan bila perlu ada evaluasi triwulan/smester/tahunan, upaya organisasi untuk menunjukkan ciri khas seperti pembuatan jas /tenun ikat PPNI, upaya memperjuangkan anggota untuk menjadi PKHI (Petugas Kesehatan Haji Indonesia). Menindaklanjuti aspirasi tersebut perlu adanya hearing dengan pengambil kebijakan baik eksekutif/legislative.

Dari 6 rayon komisariat PPNI Lobar tersebut, kata Adam, hanya rayon I saja yang belum dilakukan roadshow dan sosialisasi. Hal ini disebabkan persoalan waktu dan kesiapan dari  Rayon I. Sementara Rayon I meliputi Puskesmas Gunungsari, Puskesmas Meninting dan PKM Penimbung. “Kita rencanakan akan segera melakukan pelantikan di rayon ini agar seluruhnya bisa tuntas,” jelas Adam. (wardi)      - 05  

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru