Diduga Oknum Bidan Koordinator Lakukan Praktek Pungli

Proses perekrutan calon bidan sukarela di puskesmas monta dinilai sarat pungutan liar (pungli-red) oleh salah satu oknum bidan koordintor. Pungutan yang dibebankan pada calon bidan berkisar antara 1 jt sampai 3 jt rupiah, dengan modus bahwa uang tersebut merupakan administrasi yang akan juga diberikan kepada kepala puskesmas.

Salah satu keluarga calon bidan yang tdak ingin dikorankan namanya mengirim SMS pada kami yang isinya mengeluhkan pungli yang dilakukan oknum bidan tersebut. Sejumlah nama korban juga dibeberkan dalam sms tersebut. SMS yang sebahagiannya menggunakan bahasa daerah tersebut berbunyi ‘ass..saya adalah keluarga salah satu calon bidan yang melamar di puskesmas monta mau melaporkan ancaman bidan coordinator agar tidak mengakui kalau ditanya oleh kepala puskesmas apakah kami menyerahkan uang pada bidan koordinator. Dan kami saat diintrogasi oleh kepala puskesmas tidak mengakuinya tapi sekarang kami menyesal sebab janji bidan koordinator tidak terealisasi karena sampai sekarang belum ada keputusan penerimaan. Dan ini akibat ulah bidan tersebut. Saat kami serahkan uang itu di kediamannya desa sakuru juga disebutkan bahwa uang yang kami berikan akan diserahkan kepada kepala puskesmas. Sekalipun tidak ada kuitansinya tapi saya berani bersaksi bahwa ada nama lainnya yang juga diminta uangnya seperti Wahidah desa monta 3 jt, Nuraini dusun Diha 3 jt dan Joharni desa sakuru 1 jt, dan masih banyak lagi nama lainnya yang tidak dapat saya sebut satu-satu,’.

Jika merujuk pada laporan tersebut sedikitnya uang yang telah terkumpul dari 21 orang calon bidan yang direkrut tidak kurang dari 40 jt rupiah. Dan uang ini diduga masuk kantong pribadi oknum bidan coordinator.

Sebab ketika dikonfirmasi kepada dr. Hj. Wahyuni kepala Puskesmas bahwa praktek pungli diharamkan olehnya, memang benar ada proses perekrutan calon bidan sukarela tapi hanya beberapa orang saja namun karena banyak yang mendaftar maka kami lakukan tes dan hanya satu orang yang tidak diterima karena bukan warga kecamatan monta.

Terkait pungli tersebut dirinya telah mengendus aroma sejak awal sehingga langkah yang dilakukan adalah meminta kepada pihak pelamar berikut keluarganya untuk jujur, “Sebab rumor itu telah mencemarkan nama baik saya, atas ini kami telah mengantongi pengakuan dari beberapa orang lalu oknum tersebut saya laporkan langsung ke dinas kabupaten,” terangnya kemarin.

Sementara bidan coordinator yang dikonfirmasi membantah, “Tanyakan saja langsung kepada para calon bidan, apa ada yang mengatakan pernah memberikan uang. Saya akan menuntut oknum yang telah menuding saya yang melakukan pungli,” ketusnya.[leo] 02

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru