Puskesmas Tanjung Buka Layanan Pengaduan

Km dayan gunung. Untuk membangun sistem pelayanan informasi yang menjamin terpenuhinya hak publik atas informasi kesehatan, Puskesmas Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara telah membuka layanan kotak pengaduan bagi pasien ataupun keluarga pasien.

Demikian dikatakan kepala Puskesmas Tanjung IG Made Artha pada acara dialog yang digelar Australia Indonesia Partnership For Decentralisation (AIPD) di Desa Sokong Kecamatan Tanjung, 14/1.

Menurut Artha, selain membuka kotak pengaduan juga dibuka layanan sms 24 jam. “Semua keluhan pelayanan kesehatan yang masuk ke kotak pengaduan dan sms kita tindak lanjuti untuk perbaikan pelayanan kesehatan kedepan”, kata Artha.

Keluhan yang banyak masuk, lanjut Artha selain terkait pelayanan juga perssoalan msih adanya warga yang belum mendapat katu BPJS, untuk mendapat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) karena mengingat kartu yang lama tidak berlaku lagi. Namun dalam soal ini yang menjadi persoalan adalah angka kemiskinan KLU sejak beberapa tahun ini sudah menurun yang hingga saat ini tinggal 30 persen lebih, sementara yang menggunakan JKN di KLU mencapai 60 persen.

Terkait keluhan warga karena tidak adanya dokter yang stanbay di Puskesmas Tanjung, menurut pendapat Artha, karena rumah jaga yang tempat tinggal dokter yang belum diperbaiki akibat gempa dua tahun lalu. “Kita memiliki dua orang dokter, namun karena rumah dinasnya yang rusak akibat gempa sehingga tidak bisa melayani 24 jam. Dan mudah-mudahan tahun 2015 ini sudah bisa diperbaiki”, harapnya.

Artha menambahkan, pihaknya setiap pagi sebelum melakukan apel terlebih dahulu memeriksa kebersihan WC dan kamar mandi untuk pasien. “Pemeriksaan kamar mandi dan WC untuk pasien tiap pagi kita periksa. Dan jika masih kotor, terlebih dahulu kita minta petugasnya untuk membersihkan sebelum apel pagi dilakukan”, jelasnya.

Sementara fasilitaor dari AIPD, Nanik Munthohiyah kepada media mengatakan, tujuan dilakukan kegiatan dialog ini untuk membangun ruang komunikasi, khususnya dibidang kesehatan dan pendidikan sekaligus membangun kesepahaman sistem informasi publik, serta mendorong kesepakatan bersama untuk meningkatkan layanan publik di unit layanan. (ab a) - 05

Sumber foto:net
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru