Air Bersih Dan Derajat Kesehatan Masyarakat

(KM.Sarangge) Dalam upaya mempercepat pencapaian akses air minum dan sanitasi yang layak, Pemerintah Daerah melalui Bappeda Kabupaten Bima mengadakan Workshop Sosialisasi Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Program PAMSIMAS tahun 2015-2019 Kamis, (18/12) di Ruang Rapat Badan setempat.

Acara tersebut dihadiri para pejabat Eselon pemerintah daerah, yaitu Kepala Bappeda Kabupaten Bima dan perwakilan instansi terkait seperti perwakilan Bappeda (Pokja AMPL) Provinsi NTB, Dinas PU Kabupaten Bima, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, BPMDes Kabupaten Bima, Dikpora Kabupaten Bima, PDAM, BLH Kabupaten Bima, Direktur LP2DER Kabupaten Bima, Himpunan Ahli Kesehatan Kabupaten Bima serta Kepala BPS Kabupaten Bima.

Kepala Bappeda Kabupaten Bima Ir. Indra Jaya mewakili Bupati Bima mengungkapkan pentingnya workshop ini bagi para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan air minum, "Program Pengelolaan Air   Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas) merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan penyediaan layanan air minum, sanitasi, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam menurunkan angka penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air dan lingkungan.

Menurutnya, kegiatan workshop sosialisasi Penyusunan RAD AMPL merupakan suatu strategi Pemerintah Daerah dan pintu masuk bagi semua pihak yang bergerak di Bidang Air Minum Dan Penyehatan Lingkungan untuk berusaha mencapai Target MDGs’.

            ”Workshop ini ditujukan untuk membentuk dan mempersiapkan Tim Teknis Penyusun RAD AMPL dengan melibatkan semua unsur dan komponen yang bergerak di bidang AMPL agar dapat menyusun RAD AMPL periode 5 tahun ke depan secara komprehensif sesuai yang diharapkan”. Ungkap Indra Jaya.

            Pemerintah Daerah dalam hal ini melalui Bappeda Kabupaten Bima mendukung sepenuhnya rencana kegiatan ini melalui penyediaan operasional Pokja AMPL melalui APBD Tahun Anggaran 2014.

Indra Jaya berharap agar seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini, benar-benar berkonsentrasi dan berkontribusi maksimal secara pikiran maupun tenaga, dalam menghasilkan komitmen, kesepahaman, dan kesepakatan dalam kegiatan ini.

Sementara Konsultan PAMSIMAS Provinsi NTB Mulyatno menjelaskan RAD-AMPL merupakan sebuah instrumen kebijakan daerah dalam penyediaan pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan untuk periode 5 tahun. Dokumen  ini nantinya berperan penting sebagai rencana pengembangan kapasitas daerah untuk perluasan program pelayanan AMPL dan mengadopsi pendekatan AMPL berbasis masyarakat (PAMSIMAS).

RAD AMPL ini akan menjadi acuan bagi program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertanggung jawab untuk bidang AMPL.

Dalam forum ini juga dibahas tentang permasalahan yang ada, seperti aset sarana sanitasi pada program sebelumnya. Dimana aset-aset tersebut, sebagian sudah tidak berfungsi dengan baik karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeliharaan sarana air bersih dan sanitasi dalam jangka panjang.

"Minimnya komitmen Pemda, alternatif pendanaan lainnya belum sepenuhya dimanfaatkan, potensi sumber daya yang kurang dimanfaatkan, merupakan sebagian permasalahan yang dihadapi," ungkap Mulyatno.

Hasil dari workshop tersebut menyepakati beberapa hal yaitu penyusunan substansi rancangan RAD AMPL dilakukan pada Januari 2015, penyusunan naskah RAD AMPL dikerjakan pada Januari hingga Pebruari 2015, penyempurnaan substansi rancangan akhir RAD AMPL dilakuka pada minggu ke tiga dan minggu ke empat Maret sampai minggu pertama dan kedua April 2015. Sementara ekspose RAD AMPL dilaksanakan pada minggu ke tiga April 2015 dan pengesahan RAD AMPL dengan Peraturan Bupati akan dilaksanakan pada minggu terakhir April 2015.(Wahyu) - 01

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru