Kota Bima Dapat Program Sanitasi dari Belanda

Pemerintah Kota Bima terus membina kerjasama dengan berbagai pihak untuk membangun daerahnya. Kali pertama, Walikota Bima H M Qurais H Abidin menyambut kedatangan perwakilan Kerajaan Belanda yang akan membicarakan kerjasama bidang percepatan pembangunan sanitasi perkotaan.

            Para tamu dari Kerajaan Belanda tersebut yaitu Mr Peter De Vries dan Mrs Christien Hukom, serta Bapak Aldy dari BAPPENAS RI yang diterima oleh Walikota Bima di aula kantor Walikota, Kamis (23/1/2014) kemarin. Turut hadir Sekretaris Daerah, para Asisten Setda, serta pimpinan SKPD Lingkungan Pemerintah Kota Bima.

            Walikota Bima H Qurais menyampaikan ucapan selamat kedatangan tamu dari kerajaan Belanda serta menyambut gembira atas proyek sanitasi yang telah disetujui untuk dilaksanakan di Kota Bima oleh Kedutaan Besar Kerajaan Belanda yang bekerjasama dengan Y-Consultancy. Hal ini tentunya dapat terwujud karena adanya komunikasi dan kesepahaman yang baik yang telah terjalin sejak tahun 2011 silam.

            “Pemerintah Kota Bima telah menjadikan sektor sanitasi yang meliputi sub sektor air limbah, drainase dan persampahan menjadi prioritas utama pembangunan Kota Bima. Hal ini karena kami menyadari bahwa sektor sanitasi memiliki pengaruh yang sangat penting bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat saat ini dan generasi yang akan dating,” ujar Walikota.

            Sejak tahun 2012 lalu, Pemerintah Kota Bima telah menyusun rangkaian dokumen sektor sanitasi yang difasilitasi oleh program percepatan pembangunan sanitasi permukiman dari pemerintah pusat. Dokumen dimaksud adalah Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kota yang dilaksanakan pada tahun 2012 dan meraih predikat kualitas terbaik se-Indonesia serta Dokumen Memorandum Program Sanitasi yang dilaksanakan tahun 2013 yang juga untuk sementara ini telah meraih dengan predikat terbaik se-Indonesia.

            “Saya atas nama Pemerintah Kota Bima mengharapkan kepada tim Y-Consultancy agar dapat membantu Kota Bima dalam rangka persiapan dan implementasi pembangunan sektor sanitasi yang telah disusun oleh Kelompok Kerja AMPL Kota Bima tersebut,” ucapnya.

            Program ini merupakan bagian dari kerja sama yang lebih luas antara Belanda dan Indonesia. Dalam hal ini yang turut ambil bagian adalah Pemerintah Pusat, antara lain Bappenas, Kementerian Urusan Ekonomi, Infrastruktur dan Lingkungan, serta pemerintah daerah dan sejumlah badan pengelolaan air, serta lembaga ahli.

            Tujuan pembangunan milenium atau MDG’s menyatakan bahwa jumlah orang yang tidak mempunyai akses atas sanitasi yang aman dan baik, harus dikurangi. Dalam hal ini, Indonesia tertinggal dari negara-negara lain di kawasan Asia. Untuk mengejar ketertinggalan, Pemerintah Indonesia menjalankan program pengembangan sanitasi perkotaan (PPSP) yang dalam lima tahun menerapkan program sanitasi di lebih dari 330 kota, termasuk Kota Bima. “Kita menyadari betul kurangnya pelayanan sanitasi yang dapat menghambat potensi pertumbuhan,” kata Walikota.

            Kerugian ekonomi yang diderita oleh Indonesia terkait dengan kesehatan dan lingkungan akibat layanan sanitasi yang kurang memadai, mencapai sekitar 2,3 persen dari PDB (produk domestik bruto) tahunan. Kajian ini berdasarkan studi yang telah dilakukan oleh program air dan sanitasi (water sanitation program - WSP) Bank Dunia tahun 2013. Pertumbuhan ekonomi kita yang luar biasa selama beberapa tahun ini harus kita imbangi dengan peningkatan pelayanan sanitasi.

            “Hal inilah yang akan kita wujudkan bersama yaitu pelayanan sanitasi perkotaan yang berkualitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi perkotaan, mengurangi risiko kesehatan, dan melindungi lingkungan,” tutur Walikota.

            Walikota menjelaskan, kendala terbesar dalam pembangunan adalah terkait masalah dana. Dalam kesempatan ini, Pemerintah Kota Bima meminta dukungan dari Pemerintah Kerajaan Belanda serta pihak lain. Selain itu, kita juga mohon bantuan dalam penyusunan pilot project agar program yang ada dapat terencana dengan baik dan terlaksana secara efisien. Tentunya kita juga berharap agar terbuka peluang untuk menjalin kerjasama yang lebih luas serta persahabatan yang lebih erat antara Pemerintah Kota Bima dengan Pemerintah Kerajaan Belanda dimasa yang akan datang.

            Sementara itu, dari pihak BAPPENAS RI Aldy mengungkapkan, fakta bahwa Indonesia masih tertinggal dari Malaysia dan Thailand dalam hal pelayanan sanitasi masyarakat. Bahkan untuk Asia Tenggara, kita hanya lebih unggul dari Laos dan Vietnam. Dan, ternyata masih ada kurang lebih 20 juta masyarakat Indonesia yang masih buang air besar sembarangan. “Ini menjadi salah satu perhatian utama dalam perencanaan pembangunan nasional,” katanya.

            Sementara, Mr Peter De Vries menyampaikan rasa senangnya dapat berkunjung ke Kota Bima. “Ini merupakan kunjungan saya kali kedua di Kota Bima,” ucapnya dengan Bahasa Indonesia yang masih tersendak. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan pemerintah dan masyarakat Kota Bima yang ramah.(*)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru