logoblog

Cari

Penerjemah Ema Ramdani Bagikan Tips Dan Trik Komunikasi Dengan Tuna Rungu

Penerjemah Ema Ramdani Bagikan Tips Dan Trik Komunikasi Dengan Tuna Rungu

Tidak semua makhluk ciptaan Tuhan, dikaruniai indera pendengaran yang baik. Harus ada kiat-kiat tertentu, agar penyandang tuna rungu (tuli) bisa memahami

Kesehatan

Yuyun Erma Kutari
Oleh Yuyun Erma Kutari
22 September, 2019 11:07:11
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 901 Kali

Tidak semua makhluk ciptaan Tuhan, dikaruniai indera pendengaran yang baik. Harus ada kiat-kiat
tertentu, agar penyandang tuna rungu (tuli) bisa memahami dan mengetahui informasi yang ingin
disampaikan. Berikut ulasannya.


Jam menunjukkan pukul 09:00 pagi. Itu menandakan, kendaraan roda dua dan empat sudah dipersilakan
melewati jalanan Car Free Day Udayana. Hiruk pikuk pejalan kaki masih terlihat. Pun, ada juga yang
masih mengobrol santai. Duduk diatas trotoar. Sambil sesekali menyantap jajanan khas kaki lima.
Disalah satu trotoar. Ada sebuah standing banner. Memperlihatkan gambar abjad yang dipelajari teman-
teman dengar. Agar untuk bisa berkomunikasi dengan teman-teman tuli.


Penulis ini tertarik. Dibantu penerjemah Ema Ramdani yang sudah berkecimpung di Gerakan untuk
Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), sejak 2017 ini, membagikan tips dan trik. Agar bisa
berkomunikasi lancar dengan teman-teman tuli.


Lulusan S1 Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Malang mengatakan, saat ini bahasa isyarat harus
terus dikampanyekan. Penggunaan ekspresi, bahasa tubuh, dan komunikasi visual menjadi kunci dalam
melakukan komunikasi dengan mereka.


Namun, ttrik yang paling mudah untuk belajar bahasa isyarat adalah belajar langsung dari teman-teman
tuli. Ini untuk memudahkan bila ada kosa kata baru atau kata yang sama sekali belum dimengerti.
“Diajari teman tuli langsung. Karena kalau bingung, langsung tanya sama yang punya bahasa. Karena
bahasa isyarat ini kan bahasanya mereka,” jelasnya.

Gadis 24 tahun ini menerangkan, ada juga cara berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh dan
ekspresi wajah. Hal ini bila bertemu dengan teman-teman tuli secara tidak sengaja, kemudian pada saat
yang sama, tidak mengetahui gerakan bahasa isyarat.


“Misalnya ada insiden kecelakaan, tanya sakitnya dimana, dengan ekspresi bilang “dimana” sembari
nunjuk bagian tubuh kita sendiri sebagai contoh, nanti dia akan nunjuk ditubuh sendiri,” jelas Ema.

 

Baca Juga :



Ada juga dengan metode oral. Metode berkomunikasi dengan cara ini lazim digunakan oleh orang
mendengar, yaitu melalui bahasa lisan. Usahakan kata Ema, saat berbicara dengan teman-teman tuli,
pengucapan kata per kata melalui mulut diusahakan pelan-pelan.


“Nggak bersuara pun nggak apa-apa karena mereka juga tidak butuh itu, intinya dalam pengucapan tiap
suku kata dari mulut kita harus pelan-pelan,” jelasnya.


Sebenarnya, masih banyak metode lain untuk memudahkan berkomunikasi dengan teman-teman tuli.
Dari tulisan pun juga bisa. Tergantung, bagaimana kenyamanan kedua pihak. Ema mengatakan, meski
dirinya sudah berkecimpung lama di dunia penerjemah teman-teman tuli, ia tetap menemui kesulitan.
Misalnya kata-kata baru, yang diadopsi dari bahasa inggris. Atau bahasa gaul, yang sedang ngetrend
dikalangan anak-anak milenial. Itu menjadi tantangan saaat ini. Seperti harus mencari persamaan kata,
kemudian cara penggunaan, eksrpresi, gerak tubuh dan sebagainya. Itu yang sedang diusahakan untuk
dipelajari, bersama penerjemah yang lain.


“Pengetahuan kami belum nyampe sana, kami harus membuat isyarat untuk menerjemahkan kata baru
itu, dan itu sulit banget,” ujar Ema.


Meski demikian, ada pengalaman tersendiri baginya saat berkomunikasi dengan teman-teman tuli.
Kebahagiaan itu merujuk pada kepuasan batin, karena bisa membantu sesama makhluk Tuhan, yang
benar-benar membutuhkan informasi dari hal yang ingin diketahui.
“Semua dari kita pasti punya rasa ingin tahu, tetapi ada keterbatasan, makanya Alhamdulillah
hikmahnya saat belajar bahasa isyarat, kami bisa membantu mereka menjelaskan semuanya,” tandas
Ema. (yun)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan