logoblog

Cari

Garam Beryodium Solusi Masalah Stunting

Garam Beryodium Solusi Masalah Stunting

Pengentasan stunting menjadi program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah. Data terakhir BPS sendiri menunjukan

Kesehatan

Novita Hidayani
Oleh Novita Hidayani
15 Agustus, 2019 11:25:23
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 357 Kali

Pengentasan stunting menjadi program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah. Data terakhir BPS sendiri menunjukan kasus stunting di NTB masih berkutat pada angka 33,49%. Untuk mengentaskan kasus ini, dibutuhkan perbaikan gizi yang dilakukan secara masif. Untuk memperbaiki masalah gizi tersebut, pemerintah melakukan program fortifikasi pada sejumlah pangan di Indonesia. Fortifikasi pangan atau pengayaan zat gizi mikro pada bahan makanan adalah proses penambahan mikronutrien (vitamin dan unsur renik esensial) pada makanan. Fortifikasi pangan di Indonesia sendiri terdapat pada tiga makanan yang kerap dikomsumsi masyarakat: garam, tepung terigu, dan minyak goreng sawit. Sayangnya, banyak garam tidak beriodium masih beredar di pasaran dan dikomsumsi oleh masyarakat. Padahal, kandungan Iodioum pada garam sangat penting bagi tubuh. Zat yodium di dalam garam berfungsi membantu tubuh memproduksi hormon tiroid. Yang mana dapat mengatur keberlangsungan proses metabolisme tubuh secara ideal dan fungsi organ tubuh lainnya. Sehingga, garam beryodium ini memiliki peran penting dalam melawan Stunting. Menurut data yang disuguhkan Kepala BPOM Mataram, Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, komsumsi atau asupan masyarakat NTB terhadap garam beriodium masih rendah, di bawah 30 ppm, di NTB sebesar 54,67 % masih jauh dari standard Nasional sebesar 77,10 %. Oleh karena itu, Pemprov NTB terus berupaya untuk meningkatkan kosumsi garam Beryodium masyarakat NTB dengan meningkatkan kualitas garamnya. "Dengan membiasakan masyarakat mengkonsumsi garam Beryodium, dapat menjadi investasi terhadap tumbuh kembang anak, selain dapat mengurangi Stunting, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang lebih baik, seperti salah satu program Unggulan Gubernur kita, Generasi Emas NTB atau GEN. Oleh karena itu kita harus memantapkan komitmen untuk ini," tutur Ir.Hartina M.Si., asisten 3 Gubernur NTB saat membuka Focus Group Discussions mengenai Pengawasan Garam Beryodium di tingkat produsen bersama berbagai perangkat daerah lintas sektor di NTB di Hotel Santika Mataram, (14/8). Berbagai upaya akan dilakukan Pemprov NTB untuk kembali membumikam garam Beryodium. Dimulai dari tingkat produsen. Diantaranya akan diadakan peningkatan Quality Control Pabrik termasuk menjamin ketersediaan garam Beryodium di masyarakat. Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB siap memberikan Bimbingan Teknis kepada produsen garam. Di tahun 2020-2021 ditargetkan produsen garam di NTB telah mampu memproduksi garam KW 1. "Selain meningkatkan Quality Control, akan ada penegakan hukum dalam menghentikan garam bodoh atau garam yang tidak berydiom di kalangan masyarakat," tambah Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih. Lebih jauh, Suarningsih meminta agar seluruh perangkat daerah dapat bekerjasama dalam membumikan kembali garam Beryodium dalam program KGBS atau Komsumsi Garam Beryodium untuk Semua. Balai POM Mataram dapat berperan sebagai penguji, pengawasan peredaran garam berydiom akan diampu Dinas Perdagangan NTB, Dinas Perindustrian akan berupaya menghadirkan mesin pembuat garam berydiom, sementara Desa dan PKK dalam berperan dalam melakukan sosialisasi secara masif hingga ke dalam posyandu. "Kami juga akan menerapkan 4P, yaitu Product, memastikan kualitas produk garam berydiom yang beredar telah sesuai standar. Price, memastikan harga produk garam beryodium terjangkau masyarakat. Place, tersedia di semua tempat. Dan Promotion, memastikan promosi dilakukan secara masif, " tandas Suarningsih. (novita-tim media)

 

Baca Juga :




 
Novita Hidayani

Novita Hidayani

email: hidayaninovita@gmail.com facebook: Novita Hidayani twitter: @yfoundme

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan