logoblog

Cari

Kasus Rabies di Dompu Kian Menghawatirkan

Kasus Rabies di Dompu Kian Menghawatirkan

KM Bali 1, Dompu-Kian meningkatnya kasus gigitan anjing yang berpotensi menularkan Rabies terhadap manusia dinilai makin mengkhawatirkan. jumlah kasus gigitan anjing

Kesehatan

KM. Bali 1
Oleh KM. Bali 1
16 April, 2019 11:47:33
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 1224 Kali

KM Bali 1, Dompu-Kian meningkatnya kasus gigitan anjing yang berpotensi menularkan Rabies terhadap manusia dinilai makin mengkhawatirkan. jumlah kasus gigitan anjing di kabupaten Dompu kian bertambah setiap harinya.

“95 persen anjing yang menggigit manusia sudah dipastikan positif Rabies”, demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Dompu Hj. Iris Juwita saat diwawancarai Media ini Jum’at, (5/4) beberapa waktu lalu di ruang kerjanya.

Hj. Iris menyebutkan jumlah Korban gigitan binatang baik oleh anjing, kucing maupun sapi terhadap manusia kini telah mencapai angka 917 orang korban. jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah terutama setelah masa panen jagung dan padi berakhir. 

“yang paling berbahaya itu setelah masa panen ini, anjing yang dimanfaatkan untuk menjaga lahan pertanian akan kembali masuk ke kampung-kampung”,  tandasnya.

Hj. Iris menargetkan, Tim Penanganan KLB akan dapat membebaskan Dompu dari status KLB Rabies dalam tempo 3 tahun asal semua  populasi Anjing di Kabupaten Dompu dapat dilakukan eliminasi seluruhnya.

“kalu kita bisa eliminasi semua anjing mulai dari anjing dewasa sampai anak-anaknya, maka dapat dipastikan kita akan bebas dari rabies dalam 3 tahun”, ungkapnya.

Apabila para korban gigitan Anjing yang diperkirakan telah positif Rabies tersebut tidak ditangani secara intensif serta dapat disembuhkan, Umi Iris mengkhawatirkan para korban gigitan anjing tersebut akan mengalami kematian masal dalam tempo 2 tahun kedepan.

“Karena masa ingkubasinya yang digigit ini adalah 2 tahun, kalau kita tidak menangani dengan serius, ini akan ada yang meninggal masal 2 tahun kemudian”, ungkap Hj. Iris Juwita.

 

Baca Juga :


Mengetahui hal tersebut pihaknya terus berusaha memberikan pengetahuan kepada warga masyarakat Dompu dalam mengurangi penyebaran Virus tersebut mulai dari melakukan eliminasi secara mandiri hingga mensosialisasikan cara mencuci luka bagi korban yang terlanjur kena gigitan. 

“caranya adalah dengan mencuci luka yang baru kena gigitan dengan air mengalir atau air keran menggunakan sabun batang selama 15 menit”, jelasnya.

Selama 15 menit itu, lanjut Umi Iris, akan menghabiskan  hingga 3/4 sabun batang. menurutnya cara ini dinilai cukup efektif untuk menghilangkan 80 persen virus rabies dalam luka. “sisanya 20 persen kita gunakan vaksin”, imbuhnya.

Pihaknya pun berharap agar masyarakat lebih berhati-hati saat keluar rumah dan menjauhi jika ada binatang dengan ciri-ciri rabies yang telah disosialisasikan seperti air liur berlebih, ekornya dimasukkan di antara kedua kaki belakang dan ciri-ciri lainnya.

“kalau melihat binatang seperti anjing dengan ciri seperti itu, segera hindari dan laporkan kepada aparat pemerintah atau desa setempat”, Katanya.[Oz]



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan