logoblog

Cari

Kasus Gigitan Anjing Meningkat 100 Persen Setelah Dibentuk TIM KLB

Kasus Gigitan Anjing Meningkat 100 Persen Setelah Dibentuk TIM KLB

KM Bali 1, Dompu-Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah Rabies hingga saat ini masih meresahkan masyarakat Dompu. Kekawatiran publik dinilai beralasan sebab

Kesehatan

KM. Bali 1
Oleh KM. Bali 1
15 April, 2019 17:33:38
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 2907 Kali

KM Bali 1, Dompu-Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah Rabies hingga saat ini masih meresahkan masyarakat Dompu. Kekawatiran publik dinilai beralasan sebab kasus gigitan yang dilaporkan pada Tim Penanganan KLB tercatat tidak lagi hanya disebabkan oleh Anjing yg diduga terpapar wabah rabies saja tetapi juga oleh Kucing peliharaan dan Seekor Sapi ternak warga. 
Tidak hanya itu, pasca dibentuknya Tim Penanganan KLB Rabies pada Januari 2019 lalu, Kasus Gigitan oleh binatang yang diduga terpapar Rabies ini justru meningkat drastis hingga 100 persen. 
Data terakhir dari Dinas Kesehatan (Dikes) Dompu menyebutkan, jumlah Kasus gigitan yang tercatat sebelum terbentuknya Tim KLB aykni pada tahun 2018 berjumlah 360 kasus sementara itu, pada tahun 2019 atau setelah dibentuknya Tim penanganan KLB Rabies jumlah kasus gigitan meningkat drastic hingga 571 kasus. Data tersebut diuraikan Kepala Dikes Dompu Hj. Iris Juita saat wawancara eksklusif dengan Wartawan Koran Kampung Media Jum’at, (5/4) pekan lalu di ruang kerjanya.
Peningkatan jumlah kasus gigitan binatang yang diduga telah terpapar Virus Rabies ini membuat public bertanya-tanya. Apa penyebab bertambahnya kasus gigitan terhadap manusia oleh sejumlah binatang terutama anjing liar ditengah gencarnya Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Tim penanganan KLB melakukan Eliminasi terhadap binatang yang diduga tertular virus gila tersebut?
Menanggapi hal itu Hj, Iris Juita mengatakan bahwa peningkatan tersebut disebabkan karena populasi anjing liar yang juga meningkat secara drastis. Selain itu Iris menjelaskan, kasus gigitan ini tidak hanya dilakukan oleh anjing liar melainkan juga ileh binatang peliharaan seperti Anjing, kucing, bahkan oleh sapi. “bukan Cuma anjing liar ini, tetapi juga anjing peliharaan, ada juga kucing, dan sapi juga ada. Dan sudah kita tes ternyata sapinya positif rabies”, ungkap Kepala Dikes yang akrab disapa Umi Iris ini.
Ditambahkannya pula, bahwa dengan adanya Tim KLB serta gencarnya sosialisasi yang dilakukan pihaknya, masyarakat menjadi sadar bahwa setiap gigitan binatang tidak boleh diremehkan dan harus segera dilaporkan. “justru dengan dibentuknya tim ini masyarakat menjadi mudah melaporkan setiap kasus gigitan yang dialaminya”, Imbuhnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang berbeda, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Dompu Zainal Arifin membantah data terkait adanya peningkatan kasus gigitan oleh binatang hingga mencapai 100% tersebut. Menurutnya data terakhir yang dicatat oleh Dikes Dompu tersebut terkesan tidak masuk akal. Zainal Arifin dihadapan Wartawan Jum’at (5/4), bahkan mengkalkulasi, jika peningkatnnya hingga mencapai 500 kasus selama terbentuknya TIM KLB yang efektifnya berumur 2 bulan, maka lanjut Zainal, jumlah kasus gigitan rata-rata tiap hari adalah 8 kasus. “kita kan sama-sama tahu bahwa peristiwa gigitan tidak terjadi setiap hari. Contohnya hari ini, kan tidak ada kasus gigitan yang terjadi”, jelasnya.
Menurut Kepala Disnakeswan Dompu yang biasa disapa Dae Arif ini, meskipun pihaknya tidak mencatat jumlah kasus gigitan yang terjadi selama ini, namun pihaknya merasa yakin bahwa kasus gigitan semakin menurun seiring dengan gencarnya kegiatan eliminasi terhadap populasi anjing yang dilakukan oleh petugasnya di lapangan.
Meski demikian, Tim KLB yang dibentuk pada awal tahun 2019 ini yakin dalam 3 tahun ke depan Kabupaten Dompu akan keluar dari Status KLB Virus Rabies ini. “tidak ada cara lain, kita harus eliminasi semua binatang yang berpotensi menularkan virus itu terutama Anjing”, Tandas Umi Iris.[Oz]

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan