logoblog

Cari

Kasus Stunting, Lombok Timur Masih Tinggi

Kasus Stunting, Lombok Timur Masih Tinggi

Dari Sepuluh kabupaten kota yang terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Lombok Timur menempati urutan pertama kasus Stunting. Berdasarkan data

Kesehatan

Suparman
Oleh Suparman
20 Maret, 2019 16:07:23
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 1666 Kali

Dari Sepuluh kabupaten kota yang terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Lombok Timur menempati urutan pertama kasus Stunting. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB bahwa kerawanan Stunting tahun 2018 mencapai 43,52 atau sekitar 40 persen, artinya berada dalam kategori sangat buruk.

Jika dibandingkan dengan kerawanan Stunting di Kabupaten Lombok Barat Sebesar 33,61 persen, Kota Mataram 24,49 persen, Lombok Tengah 31,05 persen, Lombok Utara 29,30 persen, Kabupaten Sumbawa 31,53 persen, Dompu 33,83 persen, Kota Bima  28,75, Kabupaten Bima 323,01 dan Kabupaten Sumbawa Barat merupakan kabupaten yang berhasil menurunkan kasus Stunting hingga mencapai 18,32 persen.

Masalah Stunting merupakan masalah kurang gizi yang menyebabkan pertumbuhan anak lebih pendek dari anak normal lainnya. Percepatan Penanganan masalah ini terus diupayakan oleh Dikes NTB untuk mendorong penyusunan Perbup atau Perwal untuk kabupaten kota yang belum memiliki regulasi, meningkatkan kerjasama dengan lintas sektor dalam pelaksanaan kampanye percepatan penurunan kasus Stunting.

Mengatasi masalah Stunting bukan seperti membalikkan telapak tangan. Pekerjaan yang melibatkan semua pihak secara bertahap. Tanpa dukungan dana yang memadai maka percepatan penanganan masalah Stuting sangat sulit, selama ini percepatan penanganan Stuting didukung dari dana dari luar negeri, yaitu dari word Bank pada tahun 2017 hanya 1 desa di NTB, namun tahun 2018 meningkat menjadi 60 desa, setiap 10 desa mendapatkan anggaran sebesar Rp. 625 juta dari Word Bank untuk percepatan pembanguna Stunting.

 

Baca Juga :


“Kita berharap keberpihakkan dana dari APBN, APBD dan ADD sehingga dapat meningkatkan penanganan Stunting,” harap Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. Nurhandini Eka Dewi di Mataram, (19/3).

Ia juga mempertegas, Program untuk menanggulangi kasus ini akan difokuskan pada tingkat desa. Karena faktor Stunting adalah salah satunya pola hidup manusia itu sendiri baik dari segi pendidikannya, polah asuh.  Sehingga ini yang diperkuat oleh dana World Bank dalam memperkuat pembangunan manusia. (Man-Tim Media).



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah. No HP 085337689025

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan