logoblog

Cari

PIDI Bantu Persoalan Kesehatan di NTB

PIDI Bantu Persoalan Kesehatan di NTB

Persoalan dibidang kesehatan masih ditemui di Provinsi Nusa Tengggara Barat (NTB). Untuk mengahadapi itu perlu kerjasama dan koordinasi semua komponen yang

Kesehatan

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
15 Februari, 2019 18:21:48
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 1496 Kali

Persoalan dibidang kesehatan masih ditemui di Provinsi Nusa Tengggara Barat (NTB). Untuk mengahadapi itu perlu kerjasama dan koordinasi semua komponen yang ada di daerah. Misalnya kasus stunting, ibu hamil meninggal, kurang gizi, dan lain-lain yang harus terus kita tangani.

Kehadiran Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) angkatan I tahun 2018-2019, diharapkan mampu ikut serta berperan membantu menyelesaikan berbagai persoalan dibidang kesehatan yang ada selama ini.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah pada acara lepas sambut peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) angkatan I tahun 2018-2019, di Hotel Grand Legi Mataram, jumat (15/2/2019).

“Banyak sekali tugas yang akan ditemui dalam bidang kesehatan, kami harap peserta PIDI dapat mengamalkan dan merealisasi ilmunya, untuk membantu menyelasikan persoalan kesehatan di NTB,” harap Umi Rohmi sapaan akrab Wagub ini.

Peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) akan menemui banyak pengalaman dan ilmu selama 12 bulan berada di lapangan.

“Saya berharap pengalaman dan ilmu dapat bermanfaat bagi peserta dan diberikan kemudahan selama bertugas di NTB, tentunya banyak kesan yang tidak akan terlupakan bagi peserta PIDI ini," kata Ibu Wagub.

Wakil Gubernur NTB mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih ketua Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI) dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS karena Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) ini telah banyak membantu NTB dalam bidang kesehatan.

 

Baca Juga :


"Selama ini KIDI sudah banyak ikut membangun NTB dalam bidang kesehatan, terimakasih para peserta program ini yang dengan senang hati secara suka rela bertugas dengan waktu yang cukup lama," kata Sitti Rohmi Djalilah.

Sementara itu, ketua KIDI Provinsi NTB, dr. Agus Pracoyo menyampaikan program PIDI ini sudah dimulai sejak tahun 2012 dan diadakan setiap tahunnya.

Ketua KIDI berpesan 3 hal kepada 36 peserta PIDI yaitu, menggali ilmu pengetahuan dan menulis, meningkatkan skil, serta menerapkan pergaulan dengan sikap yang baik pada masyarakat.

"Jangan lupa, disamping 3 hal tersebut, peserta juga harus bisa menjadi tuan rumah di negri sendiri," tambahnya.

Kehadiran program PIDI ini dirasa cukup membantu bagi rumah sakit dan puskesmas di NTB selama ini. Sumber Humas NTB. (Edy)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan