logoblog

Cari

Cegah Rabies, Kontrol Populasi Anjing Di NTB

Cegah Rabies, Kontrol Populasi Anjing Di NTB

Penyakit Rabies yang disebabkan gigitan anjing menjadi kasus yang cukup mengkhawatirkan di NTB. Baru - baru ini korban diduga rabies akibat

Kesehatan

Lulu walmarjan
Oleh Lulu walmarjan
22 Januari, 2019 19:59:38
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 5712 Kali

Penyakit Rabies yang disebabkan gigitan anjing menjadi kasus yang cukup mengkhawatirkan di NTB. Baru - baru ini korban diduga rabies akibat gigitan anjing mencapai 3 kasus di kabupaten Dompu. Data ini meningkat dari sebelumnya 192 kasus menjadi 275 kasus hingga periode 19 Januari 2019. 

Untuk mencegah penyebaran penyakit rabies ini. Pemerintah provinsi NTB telah melakukan upaya penanganan cukup maksimal salah satunya adalah dengan melakukan eliminasi dan mengontrol populasi anjing liar. Tercatat jumlah populasi anjing di NTB mencapai 9878 ekor terdiri dari 4577 ekor berpemilik dan 5301 ekor liar. 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Ir. Hj. Budi Septiani mengatakan, upaya penanganan yang telah dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus rabies tersebut adalah dengan mengontrol populasi anjing terutama anjing liar.

"Kita benar-benar memastikan agar pengendalian masuknya anjing ilegal perlu diwaspadai," tuturnya dalam rapat koordinasi bersama stakeholder yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan di NTB, Selasa

(22/01/19) di ruang rapat sekda NTB.

Upaya pencegahan lainnya yang telah dilakukan adalah sudah melayangkan surat dan menghimbau kabupaten kota agar waspada terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) di NTB. "Kita juga telah menyusun rencana kerja, melakukan eliminasi HPR, melakukan pemusnahan, mendeteksi jalan masuk hewan menuju NTB terutama masuknya anjing secara ilegal, memastikan ketersediaan vaksin rabies untuk petugas dilapangan dan melakukan vaksin rabies kepada pemilik anjing peliharaan," tuturnya. 

Masyarakat menengah kebawah juga perlu diberikan kesadaran dan sosialisasi kepemilikan sebagai salah satu upaya meminimalisir penyebaran penyakit rabies tersebut. "Kami di Disnakeswan sudah melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada seluruh masyarakat NTB secara berkala, terutama kalangan menengah kebawah," imbuhnya. 

 

Baca Juga :


Dikesempatan yang sama, Sekretaris Daerah NTB Ir. Rosyadi H. Sayuti, MSc. Ph.D mengatakan pencegahan kasus rabies tersebut harus dilakukan secara bersama-sama. "Bagaimana memastikan bahwa pelaksanaan pengendalian rabies bisa dilakukan secara bersama- sama," ungkapnya.

Selain itu, sekda yang akrab disapa Bang Ros ini juga meminta agar segera dilakukan eliminasi dan pemusnahan anjing liar sebagai mitigasi serta meminimalisir populasi anjing di NTB." Upaya eliminasi dan pemusnahan anjing liar akan kita lakukan selama satu atau dua pekan kedepan," imbuhnya.

Rapat koordinasi tersebut menghasilkan beberapa rumusan diantaranya pemerintah daerah meningkatkan pengawasan HPR dari dan ke pulau Sumbawa. Operasi gabungan dan patroli bersama pemda untuk pembatasan lalu lintas HPR. Revitalisasi fungsi Keswan seluruh NTB, mengintensifkan pengawasan di perbatasan antara Dompu dan kabupaten kota lain, meningkatkan koordinasi antar instansi yang memiliki tupoksi terhadap rabies, dan pengendalian populasi HPR di kabupaten Dompu dan kabupaten lain. (Lulu)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan