logoblog

Cari

Kemenkes RI Bangun Jamban Keluarga

 Kemenkes RI Bangun Jamban Keluarga

Peristiwa gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa bulan lalu menimbulkan kekhawatiran akan menyebarnya berbagai penyakit yang bersumber dari

Kesehatan

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
06 Desember, 2018 23:06:00
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 2958 Kali

Peristiwa gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa bulan lalu menimbulkan kekhawatiran akan menyebarnya berbagai penyakit yang bersumber dari lingkungan. Untuk mencegah hal tersebut, Kementerian Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan NTB memberikan bantuan intervensi kesehatan lingkungan berupa jamban keluarga kepada 42 Desa.( 25 desa di daerah bencana, 17  desa model stunting)

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., MPH mengatakan bantuan intervensi kesehatan lingkungan di provinsi NTB ini didasarkan atas beberapa pertimbangan, antara lain terjadinya bencana alam gempa bumi dan ditemukannya angka stunting yang cukup tinggi pada beberapa wilayah atau lokasi desa.

“Melalui bantuan ini diharapkan dapat mengurangi faktor risiko penyebab terjadinya beberapa penyakit berbasis lingkungan seperti diare, ISPA yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap status gizi balita,” ujarnya, Sabtu (1/12/2012) di Mataram.

Adapun dari 42 desa yang mendapat bantuan tersebut, 25 desa di antaranya merupakan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Bencana, terdiri dari 10 desa di Lombok Utara, 5 desa di Lombok Barat, 5 desa di Lombok Timur, dan 5 desa di Sumbawa. Sisanya 17 desa BLM Stunting, dengan rincian 3 desa di Lombok Barat, 4 desa di Lombok Tengah, 2 desa di Lombok Timur, dan 8 desa di Sumbawa. Setiap desa mendapatkan bantuan 20 jamban untuk keluarga yang membutuhkan.

Lebih lanjut Eka menjelaskan bantuan intervensi kesehatan lingkungan dari Kementerian Kesehatan memang terbatas jika dilihat dari segi jumlahnya dibandingkan dengan desa yang terdampak gempa maupun desa stunting. Sehingga, pemicuan pada desa stunting maupun desa terdampak bencana bisa tetap dilakukan.

“Untuk itu kami tetap mengharapkan agar pemicuan pada desa stunting maupun desa yang belum mencapai Basno (Buang Air Besar Sembarangan Nol) dapat tetap dilakukan untuk mengubah perilaku masyarakat,” jelasnya.

 

Baca Juga :


dr. Eka juga menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kelompok Kesehatan Masyarakat (KKM), Sanitarian Puskesmas, Pendamping Lapangan, Aparatur Desa, Kecamatan, Dinas Kesehatan Kabupaten dan sektor terkait lainnya yang telah bekerja keras untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan lebih sehat. Serta kepada kemeterian Kesehatan RI yang telah memberikan BLM bagi 42 desa di wilayah NTB.

Serah terima aset intervensi kesehatan lingkungan berupa jamban keluarga tersebut dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Keputusan (PPK) Kemenkes kepada Kelompok Kerja Masyarakat (KKM). Serah terima itu disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dr. Kirana Pritasari, MQIH.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Dirjen Kesmas, dr. Kirana bersama rombongan dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB beserta jajaran, telah berkunjung dan melihat secara langsung jamban keluarga yang telah rampung dibangun di beberapa desa penerima BLM, yakni di antaranya Desa Pemenang Lombok Utara, Desa Jagaraga Lombok Barat, dan Desa Banyu Urip Lombok Tengah.

Kunjungan kerja tersebut menjadi kesempatan dr. Kirana untuk melakukan dialog dan edukasi kepada masyarakat. Harapannya, agar masyarakat bisa memanfaatkan jamban juga menjaga kebersihan lingkungan.( Dikes Prov. NTB)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan