logoblog

Cari

Kampanye Eliminasi Kusta

Kampanye Eliminasi Kusta

Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima mengadakan Pertemuan Advokasi, menggelar Sosialisasi dan Pelaksanaan Intensifikasi Penemuan  Kasus  kusta melalui

Kesehatan

KM LENGGE
Oleh KM LENGGE
29 November, 2018 16:49:26
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 3094 Kali

Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima mengadakan Pertemuan Advokasi, menggelar Sosialisasi dan Pelaksanaan Intensifikasi Penemuan Kasus  kusta melalui kampanye eliminasi kusta berlangsung Rabu (2/11) aula SMKN 3 Kota Bima. 

Bupati Bima diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda  Kabupaten Bima H.  Qurban dalam sambutannya menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk membantu dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dalam penanganan kasus kusta.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dr. H. Ganis Kristanto dalam pengantarnya memaparkan bahwa pertemuan tersebut merupakan kerjasama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dengan Kementerian Kesehatan yang secara khusus menghadirkan 73 peserta.  Para peserta  berasal terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat,  dokter Puskesmas,  LSM dan jurnalis.

"Kegiatan ini ditujukan untuk lebih mengintensifkan penanganan kasus kusta di Kabupaten Bima sebagai satu dari 3 wilayah di NTB yang relatif  masih mempunyai kasus kusta".  Jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima juga memaparkan  Daerah atau wilayah di Kabupaten Bima yang terdapat penderita kusta. Pada sesi diskusi,  narasumber dari Kementerian Kesehatan RI Rita Yulihane yang memaparkan materi tentang situasi dan kebijakan program pencegahan dan pengendalian penyakit kusta.

 

Baca Juga :


Rita mengatakan bahwa Kabupaten Bima merupakan salah satu dari 3 kabupaten kota di NTB yang memiliki rasio penderita penyakit kusta 1 berbanding 10.000 penduduk.   "Sesuai target nasional maka harus dilakukan eliminasi hingga mencapai  0 per 10.000 penduduk".  Ungkapnya.

Dikatakan Rita salah satu solusi yang bisa dilakukan yaitu mengintensifkan lebih dini dalam masa inkubasi yang cukup lama antara 1 sampai 5 tahun.  Juga jangan sampai ditemukan penderita dalam kondisi  cacat". ungkap Rita. (KM LENGGE/KIM WAWO)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan