logoblog

Cari

Tutup Iklan

Raker Kesda NTB 2018 Harus Lebih Aktif dan Produktif

Raker Kesda NTB 2018 Harus Lebih Aktif dan Produktif

Mataram- Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Raker Kesda) NTB tahun 2018 resmi dibuka Sekda NTB, Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, P.hD

Kesehatan

Novita Hidayani
Oleh Novita Hidayani
19 April, 2018 13:44:34
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 2907 Kali

Mataram- Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Raker Kesda) NTB tahun 2018 resmi dibuka Sekda NTB, Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, P.hD (19/4).

Dalam sambutannya, Sekda NTB meminta seluruh peserta rapat untuk aktif dan produktif mewujudkan tujuan rapat, yakni mengidentifikasi masalah dan merumuskan upaya-upaya strategis dalam rangka pemantapan pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK), percepatan penurunan stunting, eliminasi TBC dan peningkatan cakupan serta mutu imunisasi. 

"Tahun 2009 di tempat yang sama, saya juga membuka Raker Kesda NTB. Saat itu issue yang dibahas adalah tingginya angka kematian ibu dan bayi di NTB sehingga muncullah program Akino atau angka kematian ibu nol. Program tersebut kemudian berhasil dan kini NTB tidak lagi berada pada indeks terendah," jelas Sekda.

Lebih jauh, Sekda NTB mengharapkan para aparat kesehatan NTB untuk menginisiasi adanya trobosan 'beyond the bussines as asual' atau sesuatu yg harus dilakukan diluar kebiasaan lebih baik lagi. Issue stunting, TBC, dan imunisasi harus benar-benar diperhatikan dan dimaximalkan penuntansan permasalahannya. 

Khusus untuk stunning, di NTB hanya empat kabupaten yang masuk ke dalam program khusus penurunan stunting, diantara kabupaten Lombok Tengah,Dompu, Kabupaten Lombok Utara, dan Sumbawa.

 

Baca Juga :


"Meski hanya empat kabupaten yang dianggarkan, kita tetap harus memperhatikan seluruh kabupaten dan kota yang ada di NTB karena persoalan ini milik kita bersama," imbuh Sekda. 

Diharapkan setelah dilaksanakan pertemuan ini akan diperoleh data dan informasi terkait pelaksanaan PIS PK, stunting, TBC, dan imunisasi. Selain itu, rapat ini diaharapkan dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan PIS PK dan upaya penanggulangan stunting, TBC, dan imunisasi. Serta, tersusunnya upaya-upaya yang terintergrasi dan sinergis antara pusat, provinsi, dan kota. 

Rapat yang dihadiri oleh 203 peserta ini diagendakan akan berlangsung selama 3 hari 19-21 April 2018 bertempat di Hotel Grand Legi Mataram. Pembiayaannya sendiri bersumber dari DPA APBD Dinas Kesehatab Provinsi NTB tahun anggaran 2018. (nov/edy)



 
Novita Hidayani

Novita Hidayani

email: hidayaninovita@gmail.com facebook: Novita Hidayani twitter: @yfoundme

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan