logoblog

Cari

Tutup Iklan

Penyakit Ini Bersarang Pada Perempuan Ekonomi Lemah

Penyakit Ini Bersarang Pada Perempuan Ekonomi Lemah

Kelompok Rentan Kesehatan  Sakit dan Lumpuh Gerogoti Tubuh Perempuan Ini  13/11/2017 speakerkampung  0 Komentar Aikmel Utara, SK- Setiap orang pasti mendambakan kehidupan yang

Kesehatan

KM_ Kaki Rinjani
Oleh KM_ Kaki Rinjani
26 November, 2017 11:21:53
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 5143 Kali

Aikmel Utara, SK- Setiap orang pasti mendambakan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Harapan untuk hidup bahagia kumpul bersama anak dan cucu diusia senja tentu menjadi mimpi yang indah bagi semua orangtua.

Itulah yang diinginkan oleh Inaq. Rohatun (50) yang tinggal di Dusun Dasan Lian Lauk, Desa Aikmel Utara, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, NTB.

Selama satu tahun dia menderita penyakit kencing manis, hingga saat ini belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan penyakitnya itu. Dia terus berusaha dengan segala macam cara agar penyakitnya itu bisa sembuh. Bahkan menurutnya, selama satu tahun pengobatannya dia sudah menghabiskan lebih dari 20 juta untuk membeli obat, belum terhitung biaya lainnya.

Katanya, Lima bulan terakhir ini dia tidak pernah ke dokter untuk memeriksa kesehatannya karena tidak punya biaya. Jika sebelumnya, pemilik klinik H.Juiban Hadi yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya rutin memberikan perawatan sekali seminggu hingga penyakit kencing manis yang diderita itu mengering.

“Seminggu sekali saya dikontrol pak manteri dan saya kasih dia 200 ribu untuk pembelian obat,” tuturnya.

 

Baca Juga :


Karena tidak punya uang lagi untuk membayar jasa perawat dan membeli obat, akhirnya Inaq Rohatun menggunakan serbuk kopi untuk menempel lubang yang ada dikakinya. Hal itu dilakukan katanya disuruh oleh orang lain, meskipun dia sendiri tidak mengetahui efek samping menggunakan obat tradisional tersebut.

Biaya prngobatannya selama ini menggunakan uangnya sendiri hasil usahanya menjual beras di rumahnya disamping bantuan dari empat orang anaknya yang bekerja jadi buruh migrant di Malaysia.

Sementara suaminya Mahrup (50) tidak punya pekerjaan tetap. Bahkan mirisnya, untuk makan minum dan kebutuhan hidup suaminya dia sendiri yang mrnanggungnya. Yang lebih parahnya lagi diceritakan Inaq. Rohatun, suaminya kawin lagi bersama perempuan lain dari Desa Belanting, Kecamatan Sambelia.



 
KM_ Kaki Rinjani

KM_ Kaki Rinjani

KM Kaki Rinjani salah satu penyalur ide dan penampung dan penyebar gagasan, pemuda kawasan kaki Gunung Rinjani. Selain meyebarkan informasi KM kaki Rinjani dapat berbagi dengan seluruh masyarakat se-NTB. contac 081917643081 Ttd Eros

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan