logoblog

Cari

Tutup Iklan

Bidan Ujung Tombak Pertolongan Persalinan

Bidan Ujung Tombak Pertolongan Persalinan

Sumbawa Besar, Menakar " Untung" Bidan Di Lantung Idaman , Sekelumit Kisah Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bidan melalui On The Job Training

Kesehatan

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
16 September, 2017 06:59:00
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 3863 Kali

Sumbawa Besar, Menakar " Untung" Bidan Di Lantung Idaman , Sekelumit Kisah Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bidan melalui On The Job Training Bidan) Oleh: Hj. UmmiKalsum, S.ST.,M.M.Kes.(Ketua IBI-Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Sumbawa Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa)

Anak adalah asset terbesar bangsa ini.harta yang paling berharga suatu daerah.Kekuatan paling  hebat suatu keluarga. Lebihlanjut, anak bukan miniatur orang dewasa, hidup tanpa paksaan, polesan, dan ancaman.

 

Dengan segala tumpuan harapan bangsa, anak harus mendapat jaminan kehidupan yang layak lahir dan batin. Anak harus mendapat perawatan, perlakuan, pengayoman, dan perlindungan yang paripurna dalam kaitannya dengan upayamenjaga kelangsungan dan kualitas hidupnya. Semua lini berupaya member perlindungan danperhatian pada kelangsungan dan kualitas hidup anakini.

Ada banyak perangkat yang mengatur keberlangsungan hidup anak. Antara lain: ketentuan Pasal 28 B ayat 2 Amandemen UUD 1945 yang menyatakan setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dan kekerasan dan diskriminasi. Selainitu, ketentuan Pasal 8 Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juga menyatakan setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dansosial.

Di sampingitu, sasaran SDG’s (Sustainable Development Goals)bidang kesehatan yang kedua adalah menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan untuk semua orang di segala umur, termasuk perawatan bayi dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) danasfiksia (kegagalan bernapas dengan segera setelahlahir) agar tetap hidup sehat, cerdas, dan berkualitas sampai tua. Bidan sebagai lini terdepan pengawal siklus kehidupan wanita, menjadikan strategi upaya peningkatan kualitas hidup anak, remaja, dan seterusnya sebagai trik jitu penurunan kesakitan dan kematian ibu, bayi baru lahir, bayi, dan balita yang menjadi indicator utama derajat kesehatan masyarakat. Bidan sebagai suatu profesi tentu saja menjadi tanggungjawa borganisasiprofesi (IBI) selainberada di bawah regulasi Dinas Kesehatan (Kementerian Kesehatan) dalam fungsi pengawasan, pembinaan, dan lain-lain.

Seperti halnya, salah satu tugas rutin yang diharapkan sebagai seremonial semata, yaitu pelaksanaan bimbingan dalam bentuk OJT (On The Job Training) kepada bidan di desa dan Puskesmas. 25 Puskesmasdan 165 Desa di Kabupaten Sumbawa menjadi wilayah binaan IBI danDinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa.

BBLR merupakan penyebab tertinggi dari kematianbayi (khususnya neonatal), dimana Manajemen BBLR merupakan salah satu intervensi yang efektif dalam upaya menurunkan kematian bayi.

Bidan sebagai ujung tombak/petugas terdepan dalam pertolongan persalinan harus mempunyai keterampilan dan kompetensi dalam penanganan BBLR yang diper oleh melalui pelatihan/orientasi. Salah satu indicator penting untuk Pembangunan Sumber Daya Manusia Adalah Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Balita.

Untuk mengetahui kemajuan suatu negara/wilayah, salah satu indikator yang digunakan adalah tinggi rendahnya angka kematian tersebut.

 

Baca Juga :


Berbagai upaya yang aman dan efektif untuk mencegah dan mengatasi penyebab utama kematian bayi baru lahir telah dilakukandiantaranya: Pelayanan antenatal berkualitas, asuhan persalinan normal dan pelayanan kesehatan neonatal oleh tenaga profesional.

Untuk menurunkan kematian Bayi karena BBLR, maka persalinan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan dan keterampilan manajemen BBLR pada bayi barulahir. Kemampuan dan keterampilan ini digunakan setiap kali menolongpersalinan. Salah satunya pada hariini, rabu, 13 September 2017, kami melaksanakan OJT bagi Bidan Desa dan Bidan Puskesmas Lantung.Salah satu Kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Sumbawa ini, termasuk kategori cukup pelosok. Meski tak jauh dari Kota Sumbawa, kurang lebih 2 jam perjalanan, Kecamatan yang dulunya tak banyak dikenal, sekarang dilirik sangat antusias oleh regional, nasional bahkan hingga internasional. Destinasiwisata, semangat masyarakat, kabutLenang Indah, air terjun yang beranekaragam, sertakampung agro wisata dan kampong pelangi menjadikan wilayah ini selalumenarik tiap jengkal kaki untuk dijejaki.

Camat Teladan 2015  Drs. Iwan Sofian

 

Sejalan dengan VISI Lantung Berbenah yang dicanangkan Lantung di bawah pimpinan Camat Teladan 2015 Drs. Iwan Sofian, maka kami selalu berusaha mengambil bagian dalam pergerakan.In ibukan kali pertama kami kesini, kami menjadwalkan tiap 3 bulan sekali untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi kebidan desa, pustu, polindes, poskesdes, pemondokan bidan, rumah bersalin, Puskesmas, dan fasilitas kesehatanlainnya.

Kali ini kami memberikan pembinaandan OJT tentang penanganan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan Asfiksia.Teori dan praktik menjadi teknik OJT kali ini, satu persatu bidan memperagakan dan mempraktikkan teknik penanganan BBLR danasfiksia.Pre test rata-rata 65 danpost test rata-rata kelas 88.

Semoga pelayanan dan penguasaan peserta relevan dengan hasil OJT yang telah diberikan. Kegiatan ini sempat ditutup oleh Camat Lantung Drs. Iwan Sofian disertai pesan-pesan agar semangat para bidan sejalan dengan misi Lantung Berbenah yang terus digempur darisemua arah. Semoga kemajuanLantung, membawa semangat semua lini mengambil bagian dalam perjalanannya.___(joko)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan