logoblog

Cari

Tutup Iklan

Penderita HIV/Aids Di Lobar Tinggi

Penderita HIV/Aids Di Lobar Tinggi

Kasus HIV/AIDS, terus meningkat setiap tahun di Lombok Barat. Parahnya, penyebaran penyakit menular seksual ini mulai menyasar kalangan ibu rumah tangga

Kesehatan

KM Rinjani Lombok
Oleh KM Rinjani Lombok
20 November, 2015 22:02:53
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 4410 Kali

Kasus HIV/AIDS, terus meningkat setiap tahun di Lombok Barat. Parahnya, penyebaran penyakit menular seksual ini mulai menyasar kalangan ibu rumah tangga (IRT). “Dari 151 kasus, 20 di antaranya menjangkiti ibu rumah tangga,” kata Sekretaris Komisi Penaggulangan HIV/AIDS Lobar M Djuanaedi dalam rakor pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Aula Jayengrana, beberapa waktu lalu.

Kasus HIV/AIDS tersebut, tersebar merata di seluruh kecamatan di Lombok Barat. Di mana, kawasan pariwisata Senggigi menjadi penyumbang terbesar kasus HIV/AIDS. Dari data yang ia peroleh, penyebaran penyakit menular seksual ini menyasar empat lokasi. Seperti, Pelabuhan Lembar, daerah pariwisata di Senggigi, kawasan tambang di Sekotong, serta wilayah yang didominasi TKI. “Empat lokasi itu yang merupakan kantong terbesar dalam penyebaran HIV/AIDS,” kata Djunaedi.

Guna mencegah penyebaran secara masif, pihaknya berusaha melakukan pendekatan. Caranya, melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang ditengarai sebagai kantong penyebaran HIV/AIDS.

“Kita canangkan November ini sebagai bulan visity,” kata dia.

Dalam bulan visity ini, lanjutnya, pihaknya melakukan kunjungan ke kawasan wisata di Senggigi dan Pelabuhan Lembar. Di sini, petugas memeriksa kesehatan para pendamping lagu, dan juga anak buah kapal (ABK) yang bekerja di tempat-tempat tersebut. “Kalau untuk masyarakat umum, dilakukan oleh puskesmas yang ada di setiap kecamatan,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS semakin meluas, pihaknya akan membentuk kelompok kerja (pokja). Pokja-pokja ini akan ditempatkan di beberapa titik, seperti kawasan wisata Senggigi dan Pelabuhan Lembar.

 

Baca Juga :


Plt Bupati Lobar Fauzan Khalid mengatakan, sangat prihatin dengan tren peningkatan kasus HIV AIDS di Lobar. Dari data yang ia peroleh, pada tahun 2012 terdapat 672 orang yang terjangkit HIV/AIDS. Jumlah tersebut meningkat menjadi 698 di tahun 2014.“Lombok Barat ini nomor dua setelah Kota Mataram, dalam hal penderita HIV/AIDS. Kondisi ini membuat kita prihatin,” tandas Fauzan.

Karena itu, perlu adanya sosialisasi yang efektif. Menurut dia, sosialisasi harus terlebih dahulu mengajarkan moral dan etika.“Moral dan etika untuk mencegah adanya perbuatan menyimpang,” tambahnya.

Selain itu, ia meminta kepada setiap masyarakat, untuk bersama-sama memiliki komitmen tanpa diskriminasi. Dalam hal ini, tidak membeda-bedakan perlakuan terhadap orang dengan HIV/AIDS.(wardi) -01



 
KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok diinspirasi oleh tekad bersama sesama anggota untuk membangun informasi produktif, komunikatif dan aspiratif di seputar Lobar dan gumi Lombok umumnya. Anggota: Hernawardi (Ketua), Fathurrahman, Ardipati, L. Suhaemi, Rian F, L. Budi D. Hp

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan