logoblog

Cari

9 Merek Pembalut dan 7 Merek Pantyliner Berbahaya

9 Merek Pembalut dan 7 Merek Pantyliner Berbahaya

KM TNC. Hati-hati bagi wanita, baru-baru ini dan sedang menghebohkan media sosmed tentang penemuan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menemukan

Kesehatan

KM. Tembe Nggoli
Oleh KM. Tembe Nggoli
10 Juli, 2015 14:12:10
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 28450 Kali

KM TNC. Hati-hati bagi wanita, baru-baru ini dan sedang menghebohkan media sosmed tentang penemuan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menemukan kandungan klorin pada 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner yang di jual di Indonesia. Bahan tersebut bisa memicu iritasi dan bahkan kanker.

Daftar pembalut dan pantyliner mengandung zat berbahaya temuan YLKI:

Pembalut :

  1. Charm, PT Uni Charm Indonesia, klorin 54,73 ppm
  2. Nina anion, PT Panca Talentamas, klorin 39,2 ppm
  3. My Landy, PT Sehat Anugerah Perhasa, klorin 24,44 ppm
  4. Vclass Ultra, PT Softex Indonesia, klorin 17,74 ppm
  5. Kotex, PT Kimberly Clark Indonesia, klorin 8,23 ppm
  6. Hers Protex, PT Multi Duta Utari, klorin 7,93 ppm
  7. Laurier, PT Kao Indonesia, klorin 7,77 ppm
  8. Softex, PT Softex Indonesia, klorin 7,3 ppm
  9. Sotness Standard Jumbo Pack, klorin 6,05 ppm

Pantyliner:

 

Baca Juga :


  1. V Class, PT Softex Indonesia, klorin 14,68 ppm
  2. Pure Style, PT Uni Charm Indonesia, klorin 10,22 ppm
  3. My Landy, PT Sehat Anugerah Perkasa, klorin 9,76 ppm
  4. Kotex Fresh Liners, PT Kimberly Clark Indonesia, klorin 9,66 ppm
  5. Softeness Panty Shields, PT Softeness Indonesia Indah, klorin 9,00 ppm
  6. Care Free Superdry, PTJonhson & Johnson Indonesia, klorin 7,58 ppm
  7. Laurier Active Fit, PT KAO Indonesia, klorin 5,87 ppm

Beberapa tanggapan masyarakat tentang penemuan pembalut berbahaya salah satunya Ratnah Ibu rumah tangga asal Kota Bima mengungkapkan "dulu kami tidak seperti sekarang memakai pembalut buatan industri dan banyak mengandung bahan berbahaya, dulu kami hanya menampal kain-kain di jadikan pembalut dan itu praktis, hemat dan mudah dibersihkan" ungkapnya.

"terkait hal ini saya berharap pemerintah segera bertindak tegas atas penemuan ini karena sangat membahayakan kami semua, segera dilakukan penarik barang yang sudah beredar sekarang dan kalaupun itu benar-benar berbahaya"nambahnya dilingkungan setempat. Alamsyah [] - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan