logoblog

Cari

Awas ! Peredaran Beras Plastik

Awas ! Peredaran Beras Plastik

KM Wadu Nocu Peredaran beras plastik di sejumlah daerah kini semakin mengkhawatirkan. Tidak ingin kelolosan, Pemkab Bima berupaya mencegah peredaran beras sintetik

Kesehatan

KM. Wadu Nocu
Oleh KM. Wadu Nocu
23 Mei, 2015 17:27:48
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 6035 Kali

KM Wadu Nocu; Peredaran beras plastik di sejumlah daerah kini semakin mengkhawatirkan. Tidak ingin kelolosan, Pemkab Bima berupaya mencegah peredaran beras sintetik tersebut masuk ke Kabupaten Bima.

Kabag Administrasi Ekonomi Setda Kabupaten Bima, Iwan Setiawan SE mengimbau masyarakat untuk mewaspadai masuknya beras tersebut.

“Jangan sampai beras yang membahayakan itu beredar di Kabupaten Bima. Kita harus bergerak cepat untuk mengantisipasi masuknya beras impor itu,” ajaknya.
 
Dia menjelaskan, secara fisik beras itu berbeda dengan beras asli. Malah  beras plastik kata dia, tidak berbau dan warnanya lebih kinclong. “Beras terlihat lebih menggiurkan,” ujarnya.
 
Menurut dia, beras tersebut baru bisa dibedakan setelah dimasak. Kata dia, nasi akan menyerupai bubur dan tidak berkembang. “Nasi itu akan lengket karena disebabkan zat plastik yang terkandung dalam beras,” terangnya.
 
Kata dia, beras palstik yang terbuat dari umbi-umbian tersebut telah dicampur dengan zat plastik yang berbahaya bagi kesehatan. Berdasarkan penelitian, zat plastic itu merupakan bahan baku pembuatan pipa, kabel dan lain-lain.
 
“Zat itu akan memicu penyakit kanker dan gangguan pencernaan,” paparnya.
 
Terkait hal tersebut dia meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk berhati-hati dalam memilih beras.  “Masyarakat harus lihai membeli kebutuhan pokok,” ingatnya. (edo) -01

 

Baca Juga :




 
KM. Wadu Nocu

KM. Wadu Nocu

Koordinator: Edho Rusyadin, Alamat: Jl. Lintas Tente-Sambori, Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima Provinsi NTB, Blog: http://wadu-nocu.blogspot.com/ email: wadunocu08@gmail.com HP: 085237530777

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan