logoblog

Cari

"Bubus" Obat Tradisional Bayi Suku Sasak

Perkembangan globalisasi yang begitu cepat dengan kemajuan teknologi yang sangat canggih tentu akan membuat pergeseran yang semula selalu dilakukan dengan sangat

Kesehatan

Yas Arman Al Yhok
Oleh Yas Arman Al Yhok
08 Mei, 2015 15:45:03
Kesehatan
Komentar: 3
Dibaca: 74758 Kali

Perkembangan globalisasi yang begitu cepat dengan kemajuan teknologi yang sangat canggih tentu akan membuat pergeseran yang semula selalu dilakukan dengan sangat tradisional mulai tergeser dengan modernisasi. Satu contoh minsalnya pengobatan-pengobatan tradisonal mulai kalah bersaing dengan pengobatan medern.

Sebagai masyarakat Lombok yang memiliki keterkaitan dengan leluhur memiliki banyak peninggalan pengobatan-pengobatan tradisional yang sampai sekarang masih ada tetapi juga mulai dilupakan akibat dari perkembangan dunia globalisasi yang sangat modern.

Salah satu wilayah di Lombok dengan hanya berpenduduk sekitar 57an kepala keluarga (KK) di Dusun Pegading desa Batunyala Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah terdapat beberapa orang yang sudah lanjut usia tetap percaya dengan pengobatan yang di tinggalkan oleh para nenek moyangnya. Salah satu pengobatan itu adalah "Bubus".

Bubus adalah obat tradisional suku sasak wilayah Lombok Tengah yang dibuat dengan tepung beras di campur dengan beberapa mcam tumbuh-tumbuhan seperti kunyit, daun sondaq (kawo), daun monyet (bahasa daerah) dan masih banyak lagi daun-daunan yang katanya hanya ada di Pulau Lombok.

 

Baca Juga :


Bubus dibuat menyerupai lingkaran kecil-kecil berdiameter kurang lebih 3 - 2,5 cm. dengan pola ditekan ditengah. Dengan variasi warna putih dan kuning. Menurut warga dusun pegading desa Batunyala bubus digunakan untuk menambah berat bayi yang lahir tidak normal (prematur) atau bayi yang berat badannya kecil. Cara penggunaannya adalah setelah bayi dimandikan bubus yang sudah kering direndam dan dipijat sehingga menjadi seperti bubur dan kemudian di baluti keseluruh tubuh bayi mirip penggunaannya dengan minyak kayu putih untuk menghangatkan bayi.

Warga Pegading khususnya papuk-papuk (nenek) disana, menjelaskan bahwa selalu membuatkan bubus kepada hampir seluruh anak dan cucunya.  Kata mereka ini adalah warisan nenek moyang (leluhur) yang hampir tidak diketahui tetapi masih tetap dipertahankan. Menurut kepercayaan warga disana bubus ini memang sangat mujarap dalam hal menyembuhkan penyakit khususnya penyakit bayi bahkan sampai dikatakan seluruh penyakit bayi dapat disembuhkan oleh obat tradisional "bubus" ini. [] - 05



 
Yas Arman Al Yhok

Yas Arman Al Yhok

Baca yang seharusnya diBaca Fikir yang seharusnya diFikirkan Kerja yang seharusnya diKerjakan Kampung Medianya PMII admin @Yas Arman Al Yho Baca-Fikir-Kerja

Artikel Terkait

3 KOMENTAR

  1. Yas Arman Al Yhok

    Yas Arman Al Yhok

    11 Mei, 2015

    @KM.Sukamulia @KM Kaula Terima kasih atas komentrnya bang,, ternyata Obat "Bubus" ini ada di selruh wilayah Lombok ya bang...?!! Semakin bangga dengan potensi tradisional suku sasak.


  • KM Kaula

    KM Kaula

    09 Mei, 2015

    katanya, kalau tukang bubus mau sesuatu, dia bisa membuat anak yang jadi kliennya itu menangis, sehingga dengan sendirinya ibunya akan datang membawa andang-andang ke tuakang bubus.unik kan? oatut di lestarikan


  • KM. Sukamulia

    KM. Sukamulia

    08 Mei, 2015

    Mantab, artikel yang cukup menarik... Warga Dusun Sukamuli Desa Pohgading Timur dan sekitarnya juga masih sering menggunakan bubus sebagai obat alternatif bagi anak-anak dan bahkan ada juga bubus yang dibuat untuk mengobati orang dewasa. Heheee, saat saya sakit pada minggu yang lalu, inaq saya membuatkan saya bubus dari racikan daun sirih dan daun sirsak belanda dengan campuran tumbukan beras dan jahe.. alhamdulillah setelah saya memakai bubus itu, rasa sakit yang menyiksa saya berangsur sembuh. Terus berkarya sobat, salut sama tema tulisannya dan Salam dari Kampung...


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan