logoblog

Cari

Tutup Iklan

Gagal Ginjal Tak Mampu Berobat

Gagal Ginjal Tak Mampu Berobat

KM MONGGO RUNGGU.-Penderitaan Gagal Ginjal sudah di fonis sejak bulan Juni 2013 lalu, upaya medispun sudah dilakukan, namun tak juga bisa

Kesehatan

KM Monggo Runggu
Oleh KM Monggo Runggu
09 Desember, 2014 15:33:58
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 4989 Kali

KM MONGGO RUNGGU.-Penderitaan Gagal Ginjal sudah di fonis sejak bulan Juni 2013 lalu, upaya medispun sudah dilakukan, namun tak juga bisa sembuh. Kini hanya pasrah, karena tak memiliki kemampuan dana untuk berobat lanjut. Nurbaya Mukhtar (32), usianya masih muda, beranak 3 orang yang masih kecil. Yang  bisa dilakukan sekarang hanya pasrah. Demikian pengakuan ibu rumah tangga asal Desa Parado  Rato Kecamatan Parado   di kediamanya, kepada KM Monggo Runggu.

            Faktor ekonomilah penyebabnya pasrah, sudah 2 kali berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bima. ”Saya disarankan untuk berobat lanjut ke Sanglah Denpasar Bali,” ujar.

            Penyakit gagal ginjal sudah terasa sejak bulan Juni 2013 lalu, namun belum begitu parah. Dirinya menduga bahwa terjadi pembengkakan badannya, akibat pengaruh dari pemasangan Implan. ”Beberapa hari setelah saya pasang Implant, sekujur tubuh menjadi membesar. Saya pikir hal ini karena pengaruh pemasangan Implant itu,” jelas Ibu Beranak 3 itu.

            Kondisi badan yang membengkak, dirinya, berupaya periksakan diri ke PKM Parado. Hasilnya, disarankan untuk berobat lanjut ke RSUD Bima. “Sayapun menurut saja, bahkan diopname selama Lima hari. Sehingga hasilnya sembuh,” papar Nurbaya yang diamini Ibrahim, suaminya.

 

Baca Juga :


            Karena sudah sembuh, pulang ke Parado dirumah kediamanya di RT 08/RW.02 Dusun Woha. Beberapa bulan kemudian, terasa kambuh lagi. Seluruh badan membengkak, sehingga disimpulkan bahwa Implant harus di cabut.  “Namun tidak ada pengaruhnya, sampai sekarang badan tetap membengkak, bahkan diperiksa kembali ke PKM Parado dibilanginnya hanya Maag.” urai Nurbaya.

            Penyakit Gagal Ginjalnya itu, dipastikan setelah beberapa orang mahasiswa STIKES Yahya berkunjung ke kediamannya awal Desember lalu. Bahkan disarankan untuk berobat lanjut ke Sanglah Denpasar Bali. “Sarannya mahasiswa Stikes Yahya itu diperhatikan. Saat ini saya setang mengurus kartu keterangan Miskin dari Desa, bahkan disarankan untuk mengurus BPJS di Dinas Kesehatan Kabupaten Bima,” Pungkas Nurbaya. (RIS) - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan