logoblog

Cari

Tutup Iklan

Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

KM. MONGGO RUNGGU.- Warga Desa Roi Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, sejak usai Sholat Subuh, jum’at (28/11) kemarin melaksanakan gotong royong bersihkan

Kesehatan

KM Monggo Runggu
Oleh KM Monggo Runggu
29 November, 2014 07:27:41
Kesehatan
Komentar: 0
Dibaca: 310284 Kali

KM. MONGGO RUNGGU.- Warga Desa Roi Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, sejak usai Sholat Subuh, jum’at (28/11) kemarin melaksanakan gotong royong bersihkan lingkungan pemukiman, penggalian parit dan penimbunan ruas jalan raya yang berlubang. Kegiatan itu, dipimpin langsung Kades Nurdin Ishaka.

            Kegiatan Gotong Royong bagi warga Roi sudah menjadi tradisi dalam setiap kehidupan kemasyarakatan, “Gotong royong sudah menjadi tradisi warisan yang masih eksis hingga sekarang dan solusi  menyelesaikan pekerjaan yang dianggap mengganggu roda kehidupan social keagamaan,” ujar Nurdin.  Sembari mengakui bahwa kondisi jalan raya yang melintas di tengah desa, rusak berlubang. Pada saat musim hujan, ruas jalan dipenuhi air bah yang mengenanginya.

            Dengan dibantu ketua BPD dan anggotanya serta tokoh masyarakat, Jum’at (28/11) terlihat warga Roi tumpah ruah di jalanan dan dalam lingkungan pemukiman baik tua dan muda guna bergotong royong membersihkan lingkungan dan menutup kubangan yang ada di tengah jalan raya. ”Saya sangat senang, warga Roi mau bergotong royong menimbun ruas jalan yang berlubang dan menggali parit yang sudah dangkal,” terang Nurdin.

            Kegiatan dilaksanakan hari Jum’at, terangnya, dikaitkan dengan program pemerintah yakni Jum’at Khusu. Musim hujan tiba, maka parit dan lingkungan pemukiman warga harus di bersihkan agar tidak menimbulkan penyakit nantinya.

            Guna menimbun ruas jalan, warga mengambil tanah gunung. Tanah yang sudah digali warga, diangkut dengan gerobat. Satu kali Rit, gerobak pengangkut tanah dibayar warga seharga Rp 20. 000.00. “warga patungan mengumpulkan uang untuk ongkos angkut tanah dan membeli air mineral serta ada juga sumbangan dari para pengguna jalan raya,” jelas Nurdin.

 

Baca Juga :


            Terjadinya kubangan disaat usim hujan, papar Nurdin, karena parit dangkal sehingga air meluap. Disamping itu, tidak ada parit pembuangan. Kalaupun ada, kata dia, sudah dangkal. “Inilah penyebabnya, kami juga kewalahan guna mencari  solusinya. Dimana harus membuat parit dan membuang limbah air hujan bila banjir dating,” cerita Nurdin.

            Kegiatan gotong royong setiap Jum’at, adalah sudah menjadi agenda  pemerintah desa. Gotong royong kali ini, sepanjang 4 kilometer. “kita gotong royong sepanjang jalan raya, hamper mencapai 4 kilometer jauhnya.” Ungkap Nurdin yang diamini Turaihan Ketua BPD Roi.

            Menurut Ketua BPD, Traihan, kondisi jalan raya di Roi rusak dan kerap menimbulkan cekcok mulut diantara para pengguna jalan. Pasalnya, pejalan kaki sering terkena cipratan air limbah bila ada kndaraan roda dua maupun roda empat yang lewat. ”Terkadang timbul cekcok mulut diantara pengguna jalan dengan pejalan kaki, pasalnya para pengendara tidak mau mengurangi kecepatan motornya bila masuk ke kubangan yang ada di tengah jalan raya,” Pungkas  Turaihan. (Ris)  - 01



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan